Minggu, 20 Desember 2015

PC LDII SEKUPANG INGATKAN ISTRI SOLEHAH TAAT SUAMI

Ketua PC LDII Sekupang memberikan nasehat di pengajian ibu ibu

Batam, 20 Desember 2015, Ibu ibu dibawah naungan Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonsia (LDII) kec sekupang secara rutin mengadakan kegiatan khusus ibu ibu setiap minggu ke 3, bertempat di masjid baitul jannah patam asri sekupang. kegiatan yang digagas sejak lama ini mengedepankan pengajian al qur'an dan alhadist diawal acara yang dimulai pada pukul 09.00 - 11.00 wib, dan dipungkas dengan nasehat.


Antusias para ibu ibu ini terlihat sangat bersemangat setiap kegiatan ini walaupun hari minggu kebanyakan waktu untuk bersama keluarga entah jalan jalan ke mall atau pun ketempat wisata hanya untuk melepaskan kepenatan, lain halnya dengan ibu ibu ini, sudah rutin setiap minggu ke 3 adalah jadwalnya pengajian khusus ibu ibu . dimana seorang istri pelu mendapatkan ilmu qur'an dan hadist dan juga siraman rohani untuk tetap mempupuk keimanan kepada Allah SWT.


Peserta pengajian rutin ini dihadiri oleh kurang lebih 100 ibu ibu baik ibu muda dan ibu ibu lanjut usia. Dalam kesempatan acara tersebut Pengurus PC LDII Kec.Sekupang dalam nasehatnya mengajak ibu ibu warga LDII untuk selalu tetap dalam Ketaatan terhadap suami selagi perintah suami tidak maksiat maka istri sholehah wajib untuk taat.Suami adalah jalan untuk masuk surga selamat dari neraka. di riwayatkan dalam hadist RosulAllah bahwa " Ummi Fatimah bertanya pada Rosul, ya Rosul siapakah perempuan yang pertama kali masuk kedalam surga, maka Rosul menjawab yang pertama kali perempuan masuk kedalam surga adalam Ummi Mutiah, dia masuk karna Ketaatnya terhadap suaminya "  

Dan juga dalam mensikapi akhir zaman yang sudah rusak , etika prilaku istri istri di dalam rumah juga diharapkan untuk selalu dijaga, seperti berpakain yang sopan dan terutup walau didepan putra putrinya, karna syaitan sangat senang menggoda orang iman, syaitan lebih semangat dalam menggoda anak adam terlebih lebih yang imannya kuat, maka untuk menghindari perbuatan dan ajakan syaitan diharapkan istri istri untuk menjaga etika prilaku berpakaian, ujar dyan cahyono ketua PC LDII Sekupang dalam nasehatnya.

Suasana Makan Bersama setelah pengajian selesai


Kegiatan yang sudah menjadi hasil musyawarah tersebut kali ini lain dari pada bulan yang lalu, dimana ibu ibu sejak kemarin sore sudah menyiapkan menu makanan , ada yang sodaqoh kue ada juga yang sodaqoh es cendol dan di makan bersama - sama setelah acara pengajian berakhir sekitar pukul 11.30 siang. (tim)



Minggu, 29 November 2015

Pandam VII Wirabuana: LDII Mitra TNI

MAKASSAR – Panglima Kodam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti mengajak Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menangkal radikalisme dan terorisme yang akhir-akhir ini merebak begitu cepat. Menurutnya, dua hal menjadi penyebab banyaknya anak muda yang terperangkap radikalisasi.
“Pertama, kran demokrasi dan HAM yang terlalu dibuka lebar. Kedua, dunia maya turut berperan dalam memengaruhi masyarakat kita. Paham (radikalisme) itu tidak diedarkan secara face to face, tetapi melalui internet,” kata Agus saat menerima kunjungan silaturrahim Pengurus LDII Sulawesi Selatan di Markas Kodam VII Wirabuana, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (26/11/2015) siang.
Sebelumnya diberitakan, Kodam VII Wirabuana dan LDII Sulawesi Selatan menggelar kerjasama diklat bela negara di Rindam VII Wirabuana, Pakkatto, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (23/11/2015) hingga Jumat (27/11/2015). Diklat tersebut diikuti 170 kader LDII se-Sulawesi.
Pangdam mengatakan, misi TNI memotivasi masyarakat agar cinta tanah air adalah bagian dari dakwah. Selain itu, pihaknya meminta, kader bela negara LDII yang telah dilatih di Rindam menjalin komunikasi dengan pihak kodim di wilayah masing-masing. “Saya minta kader-kader LDII itu berkoordinasi dengan kodim. Mereka adalah mitra kita (TNI) di daerah,” kata Mayjen Agus.

Lebih lanjut, pihaknya menyetujui pemahaman LDII terkait keislaman dalam hubungannya dengan keindonesiaan. “Saya setuju istilah islam Indonesia. Dalam hal ini, orang Indonesia yang beragama islam. Beda hanya dengan orang islam yang tinggal di Indonesia,” katanya.
Jenderal bintang dua ini berujar, sebenarnya islam tidaklah identik dengan kekerasan. “LDII memberi pemahaman kepada masyarakat tentang islam. Umat islam itu santun. Islam itu rahmatan lil alamin. Tidak satu pun yang mengajarkan kekerasan,” ucap direktur deradikalisasi BNPT ini.
Sementara itu, Ketua LDII Sulawesi Selatan Hidayat Nahwi Rasul mengatakan, untuk menangkal radikalisme dikalangan pemuda, LDII memiliki 3 program. “Pertama menjadikan anak muda kita paham agama. Kedua, menjadikan anak muda berakhlakul karimah. Ketiga mendorong kemandirian,” ujarnya. (*)

Senin, 23 November 2015

H. HERYADI SLAMET PIMPIN LDII KEPRI 2015 - 2020

Batam, 22 November 2015, Lembaga Dakwah Islam Indonesia ( LDII ) Prov, Kepri menggelar Musyawarah Wilayah ( MUSWIL III ) bertempat di Hotel Allium 21 - 22 November 2015, Acara berlangsung dua hari tersebut akan membahas kepempimpinan Baru di tubuh LDII Prov.Kepri masa bhakti 2015 - 2020. Kegiatan bertema  Membangun Sumber Daya Mansuia , Profesional Religus menuju prov. kepri lebih sejahtera, aman, berdaya saing global dan berkeadilan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia .

MUSWIL III yang dilaksnakan di Kota Batam di hadiri oleh perwakilan dari 2 DPD Kota dan 4 DPD Kabupaten yang ada di Kepulauan Riau, Kota Batam, Kota Tg.Pinang, Kab.Karimun, Kab. Natuna, Kab.Bintan, dan Kab. Lingga, yang dimana para peserta dari masing masing DPD sudah berkumpul di Batam pada hari jum'at sore. jumlah peserta dalam acara tersebut mencapai 250 orang.
Karo Kesra Prov.Kepri , Tarmidi membuka MUSWIL III dengan pemukulan Gong

Acara berlangsung sangat meriah tersebut dibuka oleh Karo Kesra Prov. Kepri , Tarmidi mewakili penjabat pemerintah prov.kepri yang berhalangan hadir. dalam sambutan beliau diharapkan muswil III bisa berjalan dengan aman dan lancar tanpa ada keributan sehingga bisa memilih pemimpin yang bisa membawa LDII di prov.kepri ini semakin maju dan bisa ikut andil dalam pembangunan di prov.kepri tentunya pembangunan sumber daya manusia yang berahklak dan berkepribadian sebagai seorang muslim yang baik seperti di contohkan oleh Nabi Muhammad nabinya umat islam. Dalam kesempatan tersebut juga beberapa undangan seperti MUI, Kesbangpol, FKUB, Kepolisian dan lainya bisa hadir dalam pembukaan tersebut.





Pada kegiatan dihari kedua dimana sidang sidang berjalan dengan alot dan banyaknya interupsi dari para peserta sidang membuat suasana semakin hidup dan meriah tetapi dalam wadah Kerukunan Kekompakan suasana menjadi sangat kondusif. Akhirnya para peserta sepakat untuk mengangkat H.Heryadi Slamet ketua DPD LDII Kota Batam menjadi Nakhoda  LDII Prov.Kepri masa bakti 2015 - 2020 , setelah mendapatkan suara terbanyak menggantikan Drs.H.Abdul Manaf Chan yang sudah 2 periode memimpin LDII Prov.Kepri. (dyan)


Rabu, 21 Oktober 2015

LDII HADIRI UNDANGAN MUI KOTA BATAM

Foto Bersama MUI Kota Batam dengan para undangan

Batam, 17 Oktober 2015, Akhir akhir ini situasi keamanan di Kota Batam sangat memprihatinkan, maraknya aksi kejahatan dan kekerasan membuat masyarakat kota batam sangat khawatir dalam aktivitas sehari hari, mulai dari Penculikan, Penjambretan, Pembegalan, juga Perampokan, ini membuat instansi MUI Kota Batam sangat prihatin. MUI Kota Batam yang merupakan salah satu instansi pemerintah  yang membawahi seluruh ormas islam berinisiatif mengumpulkan toko tokoh dan pimpinan ormas Islam di Kota Batam salam rangka silaturahmi dan juga membahas kondisi Kota Batam khususnya masalah KAMTIBAS.

Bertempat di Batam Centre Hotel (BCH) MUI Kota Batam mengundang kurang lebih 40 Pimpinan dan Tokoh Ormas Islam di Kota Batam termasuk Lembaga Dakwah Islam Indonesia ( LDII ) Kota Batam, dan hadir pada saat itu Ketua LDII Kota Batam Bpk. H.Heryadi Selamet dan Wakil Ketua LDII Kota Batam Bpk. Abdul Karim Kastela, acara yang digagas oleh pihak MUI Kota Batam ini sangat Bagus sekali akan tetapi dari undangan yang terdaftar hanya kurang lebih 14 Pimpinan dan Tokoh Ormas Islam yang hadir, ini sangat disayangkan oleh Ketua MUI sendiri dan peserta yang hadir saat itu.
Suasana Diskusi di Batam Centre Hotel


Akan tetapi dengan tingkat kehadiran yang minim tidak menyurutkan MUI Kota Batam dan peserta yang hadir untuk terus melanjutkan diskusi tentang kondisi kota batam saat ini, dan hasil dari diskui ini akan di sampaikan kepada Stekholder ( Pemerintah ) yang berkompeten.

Dalam sambutannya Ketua LDII Kota Batam, mengharapkan kegiatan ini harus diagendakan minimal 3 bulan sekali , dimana bertemunya para pemimpin dan tokoh tokoh agama di kota Batam, untuk memberikan masukan dan idea idea untuk terciptanya BATAM MADANI yang sesungguhnya, terciptanya satu kesatuan pandangan dalam membangun Kota Batam ini.

Acara yang sangat akrab ini dimulai pada pukul 20.15 WIB sampai dengan pukul 22.15 wib. (Kominfo)

Sabtu, 10 Oktober 2015

Seminar Parenting Skill bagi Orang Tua di lingkungan LDII Kota Batam

ldiibatam.com Setiap orang tua pastilah menginginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka. Tapi tidak semua orang tua mengetahui  bagaimana cara membekali anak mereka agar kelak menjadi anak yang berhasil.

Pola pendidikan yang keliru ditambah dengan pengaruh lingkungan negatif telah mendorong banyak anak-anak berperilaku menyimpang. Akibatnya tidak sedikit orang tua yang mengeluhkan ketika anak-anak mereka terlibat kenakalan remaja, obat-obatan terlarang, pergaulan bebas, geng motor, kecanduan game online dan lain-lain Na'uzubillahi minzalik.

Peserta Parenting Skill Training MT. Hang Nadim, PC LDII Nongsa, Batam
Oleh karena itu kita sebagai orang tua terlebih khusus ibu-ibu dan calon ibu-ibu memegang peranan kunci dalam pendidikan, pengasuhan dan pembentukan karakter anak-anak. Orang tua khususnya ibu adalah seorang maha guru bagi anak-anaknya yang telah melatih anak-anak sejak dari bayi hingga dewasa. Dimana, di dalam pengasuhan tersebut kita sebagai orang tua dituntut bisa menyesuaikan pola pendidikan dan pengasuhan seiring perkembangan tingkat usia anak. Dimana setiap anak akan mengalami masa kritis didalam perkembangannya yang sangat membutuhkan orang tuanya, yaitu pada usia kurang dari dua tahun yang merupakan masa keemasan (golden age). Maka dari itu, orang tua juga perlu belajar dan membekali dirinya dengan keterampilan dalam mengasuh anak yang dikenal dengan parenting skill, yaitu seni keterampilan mendidik anak.

LDII mencanangkan Tri Sukses Generus, yaitu tiga kriteria suskses bagi generasi penerus yaitu membentuk generasi penerus yang faqih, berakhlakul karimah dan mandiri secara ekonomi. Adapun untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah taskforce PPG (Pembina Penggerak Generus) sebagai motor penggerak mencapai tujuan tersebut. Dan PPG dalam menjalankan amanahnya menggunakan parenting skill sebagai salah satu instrumen untuk membantu para orang tua dan 5 Unsur pada umumnya dalam mengarahkan putra-putri generasi peneruh mencapai Tri Sukses Tersebut.

Dalam kaitan inilah LDII Kota Batam mengadakan seminar parenting skill bagi ibu-ibu dan remaja putri di seluruh perwakilan Pimpinan Cabang di setiap Kecamatan di Kota Batam. Majlis taklim Hang Nadim di lingkungan LDII Kota Batam PC Nongsa telah melaksanakan kegiatan tersebut yang diikuti para peserta yang sangat antusias mengikuti dari awal sejak akhirnya acara tersebut pada Agustus 2015 yang baru lalu.

LDII Kota Batam berharap peserta tidak hanya dapat mengikuti workshop parenting skill dengan seksama namun juga dapat mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebab keteladanan orang tua merupakan cara ampuh dalam pola pengasuhan dan pendidikan anak-anak.Sehingga apa yang didambakan oleh setiap orang tua untuk memberikan yang terbaik kepada anak-anaknya dapat tercapai. Kelak anak-anak kita menjadi generasi penerus yang menyandang predikat tri sukses dan sesuai dengan semboyan kita

KECIL TERBINA, REMAJA TERJAGA, MUDA BERKARYA, POLA HIDUP SEDERHANA, BERKELUARGA BAHAGIA, TUA SEJAHTERA, MATI MASUK SURGA

(rph/354)

Senin, 28 September 2015

LDII BIASAKAN WARGANYA UNTUK MENABUNG HEWAN QURBAN

Batam, sebelum hari raya Idul Adha mulai ada beberapa proposal yang masuk ke kami sebagai pengurus LDII di Kecamatan, proposal permohonan daging qurban untuk warganya, yang mereka tahu bahwa setiap tahunnya warga dan pengurus LDII banyak memotong hewan qurban dan mereka tahunya pengurus LDII mendapat bantuan banyak hewan qurban dari warga Singapore yang berqurban di Batam, sehingga tiap tahun selalu banyak hewan qurban yang dipotong.

Pengurus LDII memiliki kebiasan untukmendorong semua warganya bisa menyembelih  hewan qurban tiap bulan Dzulhijah. Menabung sejak setahun adalah kebiasan rutin yang berjalan selama bertahun tahun. Caranya masing-masing warga LDII diberi buku tabungan oleh Pimpinan Cabang ( PC ) atau (PAC ) di tingkat kecamatan dan bisa diangsur setiap kali datang pada pengajian yang biasa dilaksanakan seminggu 2 kali.
Suasana pemotongan hewan qurban tahun 2015 di PC LDII Kec,Sekupang

BIasanya pengurus membagi sesuai dengan tingkatan ekonominya, Ada yang tipe A,B, C, D dan E " Alhamudillah dengan cara ini semua warga LDII bisa menyembelih hewan qurban sesuai kemampuannya masing masing dan ada juga yang berkelompok. Dengan cara menabung warga tidak merasa berat dan bisa mendapatkan pahala qurban tiap tahunnya dan tidak ada kesan bahwa yang berqurban adalah orang orang kaya saja. untuk tahun ini LDII Kota Batam menyembelih hewan qurban sebanyak 70 ekor sapi  dan 75 ekor kambing , walau pun secara perekonomian secara umum menurun tetapi alhamdulillah warga tetap semangat berqurban. Ada ketulusan niat dan pengorbanan besar yang dicontohkan nabi Ibrahim a.s sudah sepatutnya untuk di teladani. Pengorbanan yang murni karena Allah yang hannya mengharapkan rohmat Allah, menjauhi murka dan neraka Allah.
Suasana pembagian hewan qurban untuk warga , toga, tomas

Alhamdulillah setiap PC LDII bisa melaksanakan BudiLuhurnya dengan membagikan daging hewan qurban kepada warga disekitaran perumahan perumahan warga LDII dan juga Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama, indahnya berbagi kami rasakan ketika senyum senang penerima daging qurban kami, semoga yang berqurban tahun ini mendapatkan pahala setimpal dengan qurbannya dan yang mendapatkan dagingnya bisa barokah. Amiin (dyan-2015)


Rabu, 23 September 2015

MUI PROV.KEPRI KUNJUNGI PONPES LDII DI KEDIRI


Foto Bersama MUI KEPRI dengan PENGURUS PONDOK LDII
Batam, DPW LDII Prov. Kepri tahun ini alhamdulillah bisa menjalankan rencana kerjanya yang sudah satu tahun di agendakan sebelumnya yaitu mengundang pengurus MUI Prov.Kepri  untuk bisa hadir secara langsung menyaksikan bagaimana kegiatan di Pondok Pesantrean  LDII di Jawa Timur - Kediri , 18 - 20 September 2015. dalam kesempatan itu alhamdulillah yang bisa hadir dari Pengurus MUI Prov Kepri dan Kota Tanjung Pinang sedangkan dari MUI Kota Batam dikarenakan ada sesuatu lain hal tidak dapat mengikuti undangan dari DPW LDII Prov Kepri. adapun nama nama yang berangkat adalah Jajaran Pengurus MUI Prov.Kepri dan Kota Tanjung Pinang,  H.A. Karim Ahmad ( Ketua Umum MUI Kepri )  Drs. H. Erman Zaruddin.M.Pd ( Ketua MUI Kepri ) Ir. Zubed A.Hadi Muttaqin ( Ketua Fatwa MUI Kepri ) H. Abdurrahman, S.Pd.i ( Ketua Komisi Info dan Komunikasi ) H.Bambang Maryono, S.Pd.i ( Ketua MUI Kota Tanjung Pinang ) dengan di dampingi ketua LDII Prov.Kepri Drs.H.Abdul Manaf Chan dan ketua LDII Kota Batam , H.Heryadi Selamet,dan pengurus LDII Kota Tanjung Pinang ,Bpk. FARID.

18 September 2015 Rombongan berangkat dari Batam pada pukul 11.50 WIB dan Sampai di Surabaya pukul 15.00 WIB rombongan di terima oleh Ketua DPW LDII Prov.Jawa Timur di Kantor DPW LDII Jawa Timur di Surabaya, sebelum bertolak ke Pondok Pesantren di Kediri rombongan beristirahat di kantor DPW LDII Jawa Timur. selanjutnya rombongan bertolak ke PONPES LDII di Kediri pada pukul 14.00 dan sampai di kediri pada pukul 21.30 di sambut oleh pengurus Ponpes LDII. dalam suasana yang penuh kekeluargaan dan keakraban rombongan di perkenalkan dengan para pengurus dan dilanjutkan dengan istirahat.

19 September 2015 Rombongan MUI Prov. Kepri setelah sholat subuh berjamaah pukul 04.10 WIB rombongan diajak berkeliling dan salah satu ruangan yang disinggahinya adalah RUANG PUSTAKA PONPES , dimana terdapat puluhan lebih hadist hadist yang dipakai sebagai pedoman warga LDII di Indonesia, selain buku buku sejarah tentang islam, dalam kesempatan tesebut K.H Kholil Bhustomi menerangkan tentang isi dari ruang pustaka tersebut, Sejarah berdirinya Pondok Pesantren, Kurikulum Pondok Pesantren dan juga diskusi langsung dilakukan dengan suasana yang akrab dan bersahaja, tawa riang dan senyum dari para rombongan pun sesekali meramaikan ruangan tersebut.
Foto ketua umum dan komisi fatwa mui kepri yang sedang menerima penjelasan dari guru pondok (atas)

Dalam kunjungannya MUI KPERI tidak disia siakan , para peserta lansung melihat bagaimana kegiatan belajar mengajar para santriwan santriwati yang ada dipondok, bahkan dalam kesempatan tersebut H.Bambang Maryono, S.Pd.i ( Ketua MUI Kota Tanjung Pinang ) diberikan waktu untuk memberikan tausiyahnya kepada para santri. selain itu rombongan di suguhkan dengan foto foto kegiatan santri, daftar tamu baik dari pemerintahan atau MUI dari berbagai kota dengan gamlang di ceritakan oleh pengurus PONPES LDII di Kediri ini. setelah seharian penuh rombongan disuguhkan dengan berkeliling pondok dan melihat langsung kegiatan LDII , rombongan MUI Kepri sangat takjub dan bangga bisa melihat langsung bagaimana kegiatan LDII di Pusatnya yaitu di Kediri. hal ini bagi mereka akan di sebarkan kepada para pengurus baik yang ada di Provinsi atau Kabupaten Kota yang ada di Kepri. sehingga isu isu miring tentang LDII tidak ada lagi di masyarakat dan bisa tercipta kerukunan kekompakan dan kerja sama yang baik untuk menjaga keutuhan NKRI.
MUI KEPRI (atas) memberikan Tausiyah, rombongan melihat kegiatan belajar mengajar (bawah)

Diskusi dengan pengurus Pondok dan Rombongan

Kegiatan yang berlangsung selama sehari ini sampai pukul 19.00 WIB selanjutnya rombongan kembali ke Surubaya dan kembali ke kantor DPW JATIM untuk beristirahat guna melanjutkan kembali ke Batam esoknya (20/09/2015)

LDII PROV KEPRI Khususnya dengan kehadiran secara langsung pengurus MUI  KEPRI ini bisa menjadi corong bagi pengurus pengurus MUI yang masih mendiskriminasikan tentang LDII. (dyan/dok.LDIIKEPRI-2015)


Rabu, 02 September 2015

Ahok: “Pengajian LDII Menarik Buat Saya”


Jakarta (1/9). DPW LDII DKI Jakarta menggelar audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok. Dalam pertemuan itu, para pengurus LDII meminta arahan menjelang dilaksanakannya Musyawarah Wilayah DPW LDII Jakarta.
Dalam pertemuan itu, Ahok menyambut baik dan mendukung semua program LDII untuk membangun bangsa Indonesia, terutama di bidang moral dan religi. Menurut Ahok, dia sudah mengenal LDII sejak lama. Hubungan kian erat saat ia menjadi bupati Belitung.
“Saya sudah kenal lama dengan LDII sejak menjadi Bupati Belitung, yang 93 persen warganya adalah muslim. Kiprah LDII di sana cukup baik, saya sering bertemu dengan pengurus DPD LDII sana. Menurut saya, pengajian di LDII itu cukup baik, karena mengartikan satu persatu kata dalam Alquran dan Alhadits. Ini penting, karena dengan mengerti arti dari Alquran dan Alhadits umat Islam tahu hukum-hukum yang berlaku, tidak hanya sekedar dibaca, tapi tidak diamalkan. Saya juga masih teringat motor LDII yang ketika dinyalakan langsung berbunyi assalamu alaikum,” begitu kenang Ahok.
Menurutnya keberadaan LDII sebagai ormas sangat membantu pemerintah daerah dalam pembinaan generasi muda. Untuk itu, Pemda DKI siap bekerjasama dengan LDII dalam pembinaan baik dari segi keagamaan, maupun ilmu ketrampilan).

Namun Ahok juga mengharapkan LDII juga turut membantu pendataan anak-anak tidak mampu, yang bersekolah di Madrasah untuk mendapatkan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Pembinaan sejak usia belia sangat penting untuk masa depan Indonesia, untuk itu Pemda sangat memberikan perhatian khusus pada mereka. Sedangkan bagi mereka yang tidak mampu, dan saat ini belajar di pondok-pondok pesantren, akan diupayakan mendapat bantuan dari pemprov agar dapat bersekolah kembali dan mendapatkan KJP dari Pemda DKI.
“Kita bisa bicarakan ini ke depan dengan LDII bagaimana bentuk kerjasamanya. Apalagi LDII DKI Jakarta memiliki ratusan majelis taklim di seluruh jakarta, sehingga bisa mempermudah pengerjaannya”.
Audiensi dengan Gubernur Ahok adalah dalam rangka persiapan muswil DPW LDII DKI Jakarta pada 2-3 September, yang akan dibuka oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat. Dalam pertemuan itu hadir pula para pengurus DPW LDII DKI Jakarta, yang dipimpin langsung oleh Ketua DPW LDII Teddy Suratmadji, dan pengurus lainnya, antara lain Nurrohmat, Eddy Supriyadi, Sarji Faisal, Erwin Hadisurya, Muhammad Ied, dan Eko Mugianto. (Eko/LINES) http://www.ldiijatim.com

Selasa, 01 September 2015

SSA AJANG MEMBENTENGI GENERUS LDII

SISWA SANTRI AKTIF ( SSA ) di Lingkungan PC LDII SEKUPANG sarana kegiatan membentengi generasi penerus dari rusaknya akhir zaman.
Batam, 29-30 agustus 2015. Zaman semakin hari semakin maju, tekhnologi semakin berkembang pesat , pergaulan yang semakin bebas dikalangan remaja semakin membuat miris ketika kita memandang, anak usia smp sudah semakin berani dalam pergaulan, tidak memandang lagi rasa malu ketika sedang bergaul, berpelukan dengan lawan jenis dimuka umum sudah hal biasa bagi mereka, berduaaan di tempat ramai, merokok, bahkan sampai melakukan diluar batas kewajaran ini sudah merupakan kebiasaan yang sangat jelek.

Siswa Santri Aktif ( SSA ) yang diadakan oleh PC LDII Kec.Sekupang diadakan tiap sebulan 2 kali bekerja sama dengan Pondok Pesantren Abdul Dhohir Patam Asri, mengeadakan acara SSA dimana pesertanya adalah anak anak usia SMP - SMA, acara yang di kemas mulai malam minggu sampai minggu sore setiap minggu kedua dan ke empat, diisi dengan pengajian makna Al Qur'an dan Al-Hadist sebagai pedoman tuntunan wajib umat islam, dimaknai di kaji dan diterangkan agar generus mampu dan mengerti perintah dan larangan Allah  SWT dan Rosul Muhammad SAW. diterangkan bagaimana perilaku dan ahlak rosu Muhammad SAW, sehingga para generus bisa mengambil contoh ahlak baik rosulallah SAW yang selama ini banyak dilupakan karna tidak dikaji dan kupas. Dalam SSA demikianlah program wajib yang harus mereka ikuti. Nasehat dari para tokoh, para ulama, para mubalegh ini juga santapan yang harus mereka dengarkan, karna " Adinunasehah" agama adalah nasehat. dalam nasehatnya selalu didengungkan dimana saja kapan saja dan bagaimana saja keadaanya untuk tetapi menetapi dan mempersungguh mengaji Al Qur an dan Al hadist karna ini pedoman pokok orang islam. Menjaga Ahlak dan pergaulan, mentaati peraturan pemerintah yang sah, harus bisa Ta'zdim terhadap orang tua dan orang yang lebih tua, menjaga kerukunan , kekompakan dan kerja sama yang baik, dan diharapkan generus bisa menjadi generus yang sukses akan 3 hal , sukses menjadi generus yang berahlakhul karimah, Fakih dan Mandiri


Selain itu para peserta juga diwajibkan untuk menginap di Pondok Pesantren guna menggembleng diri dan bisa menjiwai rasa cinta untuk mondok , rasa senang dalam mencari ilmu agama, dan juga bisa terhindar dari pergaulan pergaulan yang tidak memberikan manfaat untuk dirinya dan orang lain.
SSA ini program unggulan yang diharapkan generus menjadi generus yang bisa membanggakan. (dyan2015)

Kamis, 27 Agustus 2015

Wali Kota Surabaya: “LDII Sangat Bagus Dalam Membina Generasi Muda”



DPD LDII kota Surabaya akan terus fokus dalam pembinaan generasi muda. Hal ini menjadi pembahasan penting di dalam Musyawarah Daerah VII LDII Kota Surabaya yang diselenggarakan di Aula Ponpes Sabilurrosyidin, Surabaya, Minggu (24/5/2015).
Pembinaan dilakukan mulai dari usia dini, caberawit, praremaja sampai remaja sehingga diharapkan akan muncul generasi muda yang profesional religius untuk Surabaya maupun bangsa dan negara. Pembinaan yang dilakukan LDII Surabaya bukan hanya soal agama, namun juga penanaman wawasan kebangsaan. Hal inilah menjadi tema MUSDA VII LDII kota Surabaya yakni “Meningkatkan SDM Profesional Religius untuk Surabaya Smart City dalam Wadah NKRI”.
Musda VII DPD LDII kota Surabaya yang dibuka Wali Kota DR (HC). Ir. Tri Rismaharini, M.T., juga dihadiri anggota Komisi XI DPR RI H. Sungkono, Danrem 084/BJ Kolonel Inf. M. Nur Rahmad, Polrestabes, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Dandim 0832 Surabaya Selatan Kolonel Inf Rudi Andriono, Ketum MUI kota Surabaya KH. Muchid Murtadho, Ketua FKUB, Ketua Nahdlatul Ulama, Ketua Muhammadiyah dan seluruh PC-PAC LDII Surabaya.
Risma dalam sambutannya menyampaikan terima kasih terhadap LDII selama ini telah membantu pemerintah kota Surabaya, khususnya di dalam pembinaan generasi muda yang bersih dari narkoba. Perlu diketahui narkoba sekarang sudah merajalela karena untuk mendapatkan narkoba sangatlah mudah. Oleh karena itu pemerintah kota Surabaya mengajak LDII dan masyarakat Surabaya membantu mensosialisasikan bahaya narkoba dan selalu mengawasi generasi muda Surabaya.
“Selama ini LDII sangat bagus dalam membina generasi mudanya dalam hal pemberantasan narkoba, anti kekerasan, dan radikalisme,” ungkap Risma. Karena itu, semua pihak diharap melakukan hal yang sama seperti LDII agar generasi muda menjadi kuat. “Kalau anak-anak muda kita tidak diamankan, ya hancur. Karena itu kita masukkan shelter, sebab kalau masuk tahanan akan tambah pintar (dalam kriminalitas),” pungkas Risma.
Sementara itu Danrem 084/BJ Kolonel Inf M. Nur Rahmad berharap kerja sama antara LDII dengan Korem 084/BJ dapat semakin ditingkatkan. Ia juga berharap LDII menjadi benteng pemersatu umat Islam. “Kita sudah mempunyai kekuatan ada NU, Muhammadiyah yang sangat peduli dengan NKRI sekarang ditambah lagi dengan LDII,” ujarnya. Ia meminta masalah agama Islam tidak lagi mempersoalkan masalah-masalah perbedaan pendapat fiqih (furuiyah) karena akidah Islam semua sama,” tutur Nur Rahmad.
Nur Rahmad berharap agama Islam adalah agama Islam yang nasionalis. Artinya mengutamakan kepentingan nasional mengedepankan bangsa dan negara. Dengan demikian bila dihadapkan pada suatu persoalan agama, maka yang dikedepankan adalah kepentingan persatuan Islamiyah, kasih sayang bukan mengedepankan perpecahan.
Pernyataan Nur Rahmad ditanggapi positif Ketua DPW LDII provinsi Jawa Timur Ir. H. Chriswanto Santoso, M.Sc, Menurut Chriswanto LDII adalah orang Indonesia yang beragama Islam, bukan orang Islam yang berada di Indonesia. Artinya nilai-nilai ke-Indonesiaan menjadi bagian dari sebuah frame dalam melaksanakan ibadah yang terkait dengan keislaman. Nilai-nilai keindonesiaan itu menjadi bagian yang menjadi sifat dan tabiat warga LDII.
“Dengan tagline meningkatkan SDM profesional religius pada hakekatnya LDII ingin menyiapkan SDM yang betul-betul tidak hanya mempunyai profesi yang baik yang profesional di bidangnya tapi mereka memang betul-betul dalam bingkai moralitas keagamaan, sehingga betul-betul bisa diandalkan untuk memajukan bangsa dan menjaga keutuhan NKRI. Dan diharapkan ke depan menjadi Bu Risma-Bu Risma baru,” tutur Chris.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPD LDII kota Surabaya Drs. H. M. Amien Adhy mengungkapkan rasa terima kasih terhadap pemerintah kota Surabaya yang telah mendukung dan memfasilitasi LDII selama ini. Amin berjanji, ia dan warga LDII Kota Surabaya terus mendukung ldii.or.idprogram pemerintah kota Surabaya. Acara Musda VII LDII Kota Surabaya dirangkai penandatanganan bersama komitmen antiradikalisme dan kekerasan. (Sofyan Gani) sumber : www.

Minggu, 23 Agustus 2015

Berkah Penyembelihan Hewan Secara Islami


Di setiap perhelatan kurban, umat Islam di Eropa, Amerika Serikat, Australia, ataupun di daerah yang mereka adalah minoritas, kerap mendapat kritikan mengenai perlakuan terhadap hewan kurban. Mereka menyebut penyembelihan hewan kurban tak manusiawi. Benarkah demikian? Ternyata riset membuktikan, justru penyembelihan dengan cara islami membuat binatang ternak tak merasa sakit.
Menurut Kebijakan tentang penyembelihan hewan berdasarkan aturan Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSCPA) Australia menyatakan bahwa binatang harus dibunuh seketika atau dibuat pingsan sampai menghadapi kematian. Adapun caranya bervariasi, mulai dari pemingsanan hingga tembak dikepala. Istilah ini disebut “Penjagalan Hewan yang Berperikemanusiaan”.
Dalam waktu 24 jam sebelum disembelih, hewan diperiksa oleh petugas inspeksi untuk memastikan hewan yang disembelih sehat dan sebelum disembelih, hewan berjalan sebuah jalur penyembelihan dan memasuki sebuah kotak pada rumah penyembelihan.
Pada hitungan detik, operator membuat hewan pingsan. Berbagai cara untuk membuat pingsan seperti penyetruman hingga penggunaan gas karbondioksida. Proses ini memastikan hewan tidak sadar dan peka terhadap rasa sakit sebelum akhirnya diproses.
Memang tidak semua tempat penjagalan hewan di Australia menggunakan cara yang konvensional. Ada juga tempat penyembelihan yang islami dan bahkan mempekerjakan komunitas Islam untuk menjagal hewan sesuai syariat Islam. Namun tetap saja pandangan orang barat umumnya masih belum terbuka akan hal ini.
Dalam Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni: saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu: arteri karotis dan vena jugularis.
Perlu diketahui bahwa syariat Islam tidak merekomendasikan metoda atau teknik pemingsanan. Sebaliknya, Metode Barat justru mengajarkan atau bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.

Namun, penelitian yang dilakukan ahli peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman, Prof.Dr. Schultz dan Dr. Hazim mengungkapkan fakta yang berbeda terkait penyembelihan hewan secara islami maupun ala barat. Penelitian yang menggunakan teknologi elektroda (microchip) yang disebut Electro-Encephalograph (EEG) yang dipasang pada otak sapi dewasa dan  Electro Cardiograph (ECG)  yang merekam aktivitas jantung. Kedua alat tersebut merekam aktivitias penyembelihan menurut syariat Islam dan penyembelihan menurut ala barat.
Pada penyembelihan yang sesuai syariat islam, grafik EEG menunjukan hasil yang stabil hingga mencapai nol. Tiga detik setelah hewan disembelih dan ketiga saluran pada leher sapi terputus, terjadi penurunan grafik secara bertahap. Hal itu mengindikasikan hewan mulai kehilangan kesadaran dan tidak ada rasa sakit yang dialami.
Hewan yang disembelih tersebut mengalami kejadian Deep Sleep setelah kehilangan kesadaran. Setelah itu terdapat aktivitas luar biasa yang direkam ECG pada jantung. Jantung menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Ini terjadi karena refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang.
Darah hewan yang terpompa keluar dari tubuh dengan maksimal oleh jantung menghasilkan kualitas daging yang sehat serta layak konsumsi. Darah yang terjebak pada daging dan urat dapat membeku yang menjadikan daging tidak sehat.
Lain halnya dengan proses penyembelihan ala barat. Lazimnya mereka melakukan proses proses stunning (pemingsanan) yang menyebabkan sapi terhuyung jatuh dan roboh. Hewan mudah disembelih karena tidak meronta-ronta dan kelihatannya tidak mengalami rasa sakit. Namun ketika disembelih, darah yang keluar sedikit.
Aktivitas yang terekam pada grafik EEG menunjukan terjadinya kenaikan. Hal tersebut diindikasikan bahwa hewan sebelum disembelih mengalami tekanan rasa sakit sebelum akhirnya pingsan. Rasa sakit yang luar biasa menyebabkan jantung berhenti berdetak lebih awal sebelum akhirnya, dapat menarik darah keluar lebih banyak dari tubuh hewan. Grafik ECG menunjukan penurunan aktivitas jantung yang signifikan.
Pada hewan yang disembelih ala barat darahnya tidak tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itu pun membeku di dalam urat-urat darah dan daging, sehingga dihasilkan daging yang tidak sehat dan  menjadi tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia.
Menurut K.H. Aceng Karimullah, anggota Majelis Taujih Wa Al Irsyad DPP LDII dalam Islam, Nabi Muhammad mengajarkan bahwa menyembelih hewan kurban juga membantu mempercepat kematian hewan tersebut tanpa menyakiti. Sebab, ketika menyembelih memutus 3 urat utama di leher sehingga darah lebih cepat habis. Sebelumnya, penyembelih harus menajamkan pisau yang akan digunakan terlebih dahulu agar memudahkan proses sembelih. (Noni/Khoir/LINES)

Jumat, 21 Agustus 2015

Wapres Jusuf Kalla: “LDII Turut Berperan Membangun Bangsa”

Jakarta (20/8). Pengurus DPP LDII menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam kesempatan itu, DPP LDII meminta masukan dari Jusuf Kalla mengenai berbagai program yang dilakukan DPP LDII, untuk penguatan NKRI. Selain itu, LDII bersama ormas Islam, dan umat beragama lainnya berkomitmen mendukung program kerja pemerintah dan empat pilar bangsa (Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI).
Kekerasan dan radikalisme yang terjadi di kawasan Timur Tengah mempengaruhi kehidupan bermasyarakat bangsa Indonesia. Misalnya konflik berkepanjangan antara Sunni dan Syiah, berimbas pada peristiwa Sampang pada 2012 silam.
Namun jika membandingkan Timur Tengah, Indonesia lebih baik dalam hal kehidupan umat beragama. Meski konflik atas nama agama terjadi silih berganti, namun tidak sampai hingga merusak kepan berbangsa dan bernegara. Bahkan, umat beragama di Indonesia bahu membahu untuk meraih kemerdekan. Apalagi Indonesia memiliki perekat sosial berupa Pancasila, UUD 45, dan kearifan lokal.
Untuk meneguhkan persatuan antarumat beragama, DPP LDII pada Kamis (20/8) melakukan audensi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden. Dalam pembukaan pertemuan tersebut, Jusuf Kalla juga berbagi kisah tentang kondisi agama Islam di Indonesia yang banyak menjadi pembelajaran bagi negara Timur Tengah. Secara umum, negara di Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Tengah kurang kondusif. “Negara tersebut seharusnya belajar dari kerukunan kehidupan beragama di Indonesia,” ujar Jusuf Kalla.
Menurut Jusuf Kalla, perang saudara di Suriah membutuhkan waktu 50 tahun untuk diihkan, karena sudah hancur. “Baik itu hancur secara fisik seperti infrastruktur maupun hubungan nonfisik, seperti karakter, peradaban, dan hubungan antar kemanusiaan yang telah tercabik-cabik,” ujar Kalla. Mereka, imbuh Kalla, ingin belajar dari Indonesia yang mayoritas penduduk muslim paling banyak di dunia, namun aman, tenang, dan damai.
Setidaknya DPP LDII bertemu dengan Jusuf Kalla sebanyak enam kali, bahkan sebelum ia menjadi wakil presiden di era Jokowi. DPP LDII menyampaikan salam sejahtera dari warga LDII Kepada Jusuf Kalla. Ada beberapa hal yang ingin disampaikan oleh DPP LDII selain ingin bersilaturahim. Pada intinya, LDII ingin mendapat arahan dari Jusuf Kalla tentang agenda LDII secara global.
“Kami berbicara dan duduk bersama, saling memahami satu sama lain. Jangan sampai timbul radikalisme. Maka penguatan harus dilakukan. Jangan dakwah hanya sebatas ibadah, tapi coba didorong dengan penguatan ekonomi muamalah, yaitu penguatan ekonomi umat secara menyeluruh,”ujar Jusuf Kalla dalam pertemuan dengan DPP LDII.

Menurut Kalla, umat Islam lebih banyak terjebak dalam konflik sesama umat Islam. Tidak jarang konflik antar agama juga turut terjadi. Ini terjadi akibat kurang lancarnya saluran komunikasi dan tidak meratanya distribusi kesejahteraan. Maka, wajar bila penguatan umat harus segera dilakukan.
Selanjutnya, Ketua Umum DPP LDII Prof DR Abdullah Syam,M.Sc memaparkan berbagai agenda LDII, yang intinya ingin mengajak kerja sama, berbagai elemen masyarakat untuk memperkecil radikalisme dan memperkuat NKRI.
Abdullah Syam memaparkan kegiatan LDII di antaranya dakwah, pendidikan, pembangunan SDM, dan kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), TNI/Polri, dan elemen lain yang poinnya mulai dari deradikalisasi, pembangunan penguatan ekonomi, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, sampai pelestarian lingkungan.
Atas pemaparan Abdullah Syam, Jusuf Kalla Memberikan apresiasi dan berterimakasih karena LDII sudah berperan dalam pembangunan bangsa.
Menurut Abdullah Syam, LDII sedang bekerja sama dengan PBNU mengusung pendidikan deradikalisasi, serta pemberdayaan ekonomi dan pendidikan serta, masalah pelestarian lingkungan. LDII juga berkomitmen menegakkan NKRI bersama ormas Islam lainnya. (Khoir/Ryan/LINES) www.ldii.or.id

Kamis, 20 Agustus 2015

Wartawan: Isu Negatif Mengenai LDII Tak Terbukti

Surabaya (16/8). DPW LDII Jawa Timur menjembatani insan media agar bisa melihat langsung kehidupan di pondok pesantren di lingkungan LDII. Kegiatan yang bertajuk media gathering ini berlangsung Sabtu (15/8/2015) di Pondok Wali Barokah Kediri dan Pondok Gading Mangu Jombang.
Saat tiba di Ponpes Wali Barokah, rombongan wartawan dan beberapa pengurus DPW LDII Jatim disambut oleh pimpinan pondok Drs.H. Sunarto, Msi beserta sebagian pengurus pondok dan Ketua DPD LDII Kabupaten Kediri H Usman Arif. Rombongan pun diajak memasuki Wisma Tentram yang menjadi ruang tamu pondok. Saat memberi kata sambutan, Sunarto mengucapkan terima kasih atas kesediaan para wartawan berkunjung ke Pondok Wali Barokah. “Silakan dilihat sendiri bagaimana kehidupan para santri di pondok ini,” kata Sunarto.
Sunarto menjelaskan bahwa pondok Wali Barokah telah dikunjungi oleh berbagai elemen masyarakat. Seperti MUI, “Sekitar 18 provinsi dari 34 provinsi yang ada di Indonesia telah berkunjung ke pondok ini,”tambah Sunarto.
Untuk menambah keakraban, ketua rombongan dari DPW LDII Jatim, H. Raditya Purnomo kemudian mempersilakan para wartawan untuk memperkenalkan diri masing-masing. Pasca perkenalan, dialog santai pun mengalir.
Perbincangan cenderung untuk mengklarifikasi terkait beragam stigma yang melekat di tubuh LDII sebagai organisasi keagamaan, sekaligus terhadap
“Dulu saya memang sering mendengar tentang berbagai stigma tentang LDII. Seperti masjid yang dipel setelah digunakan oleh orang selain LDII. Namun, setelah saya sering diajak meliput LDII, saya bisa melihat sendiri bahwa tuduhan-tuduhan itu tidak benar,” kata Alam, wartawan Radio Mercury Surabaya.
Saat berdialog, azan Dzuhur berkumandang. Sunarto pun mempersilakan para wartawan untuk sholat bersama di masjid pondok. Rombongan wartawan kemudian diajak melihat perpustakaan pondok sambil mendapatkan paparan dari ustadz Abdul Aziz Ridwan terkait kurikulum di Pondok Wali Barokah.
Setelah meninggalkan perpustakaan, rombongan wartawan meninjau kelas santri, yang kebetulan sedang belajar memaknai Alquran dengan huruf pegon di masjid pondok. Para wartawan itu pun sempat mewawancarai salah satu siswa pondok asal Kamboja, Seou Nova.
Pondok Gading Mangu : Mengedepankan Toleransi dan Budi Pekerti
Setelah waktu Ashar, rombongan wartawan meluncur menuju Ponpes Gading Mangu Jombang. Setibanya di pondok, para pengurus pondok beserta beberapa pengurus DPD LDII Kabupaten Jombang menyambut di depan ruang tamu pondok. “Disambut layaknya pejabat,” ujar Benny, wartawan RRI Surabaya.
Humas pondok Gading Mangu, Totok Raharjo langsung mempertontonkan dan menjelaskan slide tentang pondok. Ikut mendampingi, Ketua Pondok Gading Mangu KH Ahmad Fathoni, Dewan Penasehat Kombes Pol (Purn) H. B Adhi Banadi, dan Ketua DPD LDII Kabupaten Jombang, H. Didik Tondo Susilo, SH, MSi.
Berbeda dengan Pondok Wali Barokah, di pondok ini para santri sekaligus menjadi siswa sekolah dibawah naungan Yayasan Budi Utomo. Kurikulumnya terintegrasi antara budi pekerti (Al Quran dan Hadits) dan pendidikan, dengan porsi seimbang.
“Penting bagi siswa pondok di sini untuk memahami wawasan kebangsaan terkait empat pilar kebangsaan. Dengan memahami empat pilar ini diharapkan para santri sekaligus bisa  menerapkan budi luhur agar tak terjebak pada radikalisme,” papar Totok.
Pasca berkeliling dua pondok, rombongan wartawan kembali ke Surabaya. “Capek tapi berkesan,” ucap Yohan wartawan Radio Sindo Trijaya menutup obrolan malam itu. (Widi/Sofyan) www.ldii.or.id

Rabu, 19 Agustus 2015

LDII BATAM HADIRI PELATIHAN DI KEMENAG KOTA BATAM

Sekupang, 18 Agustus 2015. Baru saja selesai perhelatan besar agenda tahunan LDII Kota Batam dibulan Agustus yaitu Cinta Alam Indonesia ( CAI) 2015 dilaksanakan mulai 15 - 17 Agustus 2015. tentunya banyak tenaga dan pikiran yang harus di curahkan dalam kegiatan tersebut, cape dan lelah belum saja sirna sudah ada kegiatan lagi yang menunggu didepannya yaitu undangan mengikuti pelatihan bagi ormas islam dan lembaga dakwah di Kota Batam yang di selenggarakan oleh Kasi Binmas Islam Kemenag Kota Batam mulai tanggal 18-19 Agustus 2015 di Aula lantai 2 Kantor Kemenag Kota Batam di Sekupang.
Foto bersama peserta dan kepala Kemenag Kota Batam 


Alhamdulillah undangan tersebut bisa dihadiri langsung oleh Ketua LDII Kota Batam , Bpk. H.Heryadi Slamet dan Ketua PC Kec. Sekupang Bpk. Dian Cahyono. Acara Pembinaan Lembaga Dakwah Kantor Kementrian Agama Kota Batam Tahun 2015 mengambil tema " Melalui Pembinaan Lembaga Dkwah Kita Tingkatkan Peran Lembaga Dakwah dalam Pembangunan Umat menuju Batam Bandar Madani " ini dimulai pada pukul 08.00 diikuti oleh kurang lebih dari 30 peserta yang hadir dari seluruh ormas islam yang ada di kota batam, dan acara ini berlangsung selama 2 hari.
Keterangan foto : Sekretaris MUI Kota Batam ( Batik ) Ka.Kemenag Kota Batam ( Kacamata )
Ketua DPD LDII Kota Batam  Samping Ka.Kemenag Kota Batam
Dalam sambutan pembukaan acara ini, Bpk. H. Zulkifli, M.Si , kegiatan ini digagas untuk mempertemukan para pimpinan dan steakholder ormas ormas islam dikota batam agar mejadi saling kenal satu sama lainnya. dan beliau dalam sambutannya juga memaparkan pentingnya 5 Faktor dalam menjaga kerukunan umar beragama khususnya di Kota Batam.1. Faktor Politik, 2, Faktor Theologist, 3.Faktor Sosiologist, 4 Faktor Yuridist dan 5. Faktor Kepemimpinan Tokoh. Hal ini sangat lah penting harus diketahui oleh para steakholder ormas ormas islam, dengan diketahuinya dan di pahaminya 5 faktor tersebut insyaAllah gesekan, percikan percikan yang mengakibatkan ketidak rukunan akan terbentengi.dan marilah kita harapkan batam akan selalu aman dan menajadi kota Bandar Dunia Madani yang kita cita citakan bersama ".
H.Zulkifli, M.Si ( Kepala Kemenag Kota Batam )
Acara selama dua hari ini diisi oleh para narasumber yang berkompeten dibidangnya, salah satunya narasumber yang tidak asing lagi beliaunya Bpk. H. Lukman Rifai, S.Ag yang memaparkan salah satu materinya yaitu " Karakteristik Dakwah Di Kota Batam " dimana beliau juga mengemukakan perbedaan dari tahun ketahun jumlah jiwa dan penganut agama islam dikota batam yang sekarang ini mengalami penurunan prosentase, sekarang ini prosentase umat islam dikota Batam sesuai hasil survei sebesar 71,sekian persen ada penurunan 5 persen dari tahun sebelumnya. dan ini menjadi PR bagi para ormas islam dan lembaga Dakwah di Kota Batam.

Acara yang sangat santai dan penuh keakraban ini sesekali di selingi gelak tawa para peserta dan juga ada sesi tanya jawab,dan acara tersebut di tutup dengan doa oleh perwakilan dari FPI. (admin)

Selasa, 18 Agustus 2015

WAWAKO BATAM BUKA CAMPING CAI LDII 2015


Batam ,16 Agustus 2015. Cuaca Batam yang tidak menentu kadang panas kadang hujan , membuat Panitia CAI ( Cint Alam Indonesia  ) 2015 LDII Kota Batamsempat ketar ketir, kenapa tidak persiapan yang telah dibuat sebulan yang lalu dibuat ciut dimana hari minggu pagi ditempat acara CAI 2015 Pondok Abdul Dhohir Sekupang tiba-tiba diguyur hujan yang lumayan lebat, pontang panting panitia CAI kebetulan dibuat di luar gedung ini membuat para panitia berjibaku untuk membereskan tempat acara agar tidak kebasahan oleh air hujan. Tapi Alhamdulillah berkat pertolongan Allah SWT, ternyata hujan tidak berlangsung lama di pagi itu, waktu menunjukan pukul 07.00 WIB, hujan akhirnya reda dan sang surya menunjukan dirinya dengan gagahnya di ufuk timur.


PERSINAS ASAD menyambut kedatangan WAWAKO BATAM



Pembukaan acara CAI (Cinta Alam Indonesia) bertempat di Lapangan Pondok Pesantren Abdul Dhohir Sekupang berlangsung dengan lancar dan penuh semangat . Acara tahunan tersebut diselenggarakan oleh DPD LDII kota Batam, dimana pesertanya adalah seluruh pemuda/I LDII dari masing-masing PC dan PAC LDII se Kota Batam. Dibuka dengan penampilan atraksi seni Pencak Silat dari persatuan silat ASAD kota Batam, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran kemudian sambutan dari ketua panitia CAI, Bp Siajis ST. Dalam sambutannya Beliau menyampaikan " bahwa  jumlah peserta CAI tahun ini melebihi dari jumlah yg diprediksikan, yaitu sebanyak kurang lebih 650 peserta,dan 800 an simpatisan LDII, dengan motto  Kecil terbina, muda berkarya, Hidup bersahaja, Berkeluarga bahagia, tua sejahtera, dan mati masuk surga " Acara yang diselenggarakan selama 3 hari ( 15-17 Agustus 2015 ) ini menelan biaya kurang lebih 120 Juta, dan biaya tersebut di dapat dari sodaqoh warga LDII Kota Batam.selama 3 hari para peserta diberikan pembekalan oleh para pemateri yang kompeten dibidannya yang telah disusun oleh panitia salah satu materi nya adalah Kemampuan Berpikir Untuk Meningkatkan Proses Belajar Hidup.
Ketua DPD LDII KOTA BATAM, H.Heryadi Slamet

Wakil Walikota Batam, H.Rudi.MM


Selanjutnya sambutan dari ketua DPD LDII kota Batam, Bpk H. Heriyadi Slamet. sambutan beliau " mengharpkan para peserta bisa dengan serius, semangat , rukun, kompak, kerja sama yang baik dalm mengikuti acara ini, guna memantapkan tri sukses, 6 tobiat luhur, 4 tali keimanan untuk generasi penerus yang profesional,Relgius menuju Indonesia yang lebih sejahtera, mandiri, dan bermartabat. Dan dengan mengucapkan doa dan bismilah Bapak Wakil Walikota Batam, H. Rudi SE MM membuka acara CAI tahun 2015 LDII Kota Batam . Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa ilmu agama yang kuat adalah landasan pokok bagi para pemuda dan pemudi sebagai calon - calon pemimpin dalam memajukan bangsa indonesia pada umumnya dan menggapai cita - cita kota Batam sebagai kota madani pada khususnya. 
Kiri : Drs.H.Abdul Manaf Chan ( DPW LDII Prov.Kepri ), Wawako Batam - H.Heryadi Slamet

Salam Komando Wawako Batam dan Ketua DPD LDII Kota Batam

Peserta  CAI 2015 dengan Wawako Batam

Tamu Undangan dengan Pengurus DPD LDII Kota Batam


Acara pembukaan yang digelar mulai dari pukul 08.00 11.30 , dihadiri oleh beberapa  tamu undangan yang hadir yaitu Camat Kecamatan Sekupang, Lurah Patam Lestari  dan Toga dan Tomas dilingkungan Pondok Pesantren Abdul Dhohir. Acara pembukaan an CAI 2015 ditutup dengan pembacaan doa dan foto bersama oleh tamu undangan dan peserta CAI 2015. [Kominfo DPD LDII kota Batam]