Rabu, 01 Agustus 2018

LDII Hadiri DialoG Kebangsaan

Batam, 31 juli 2018 
Kemendagri melalui Dirjend Politik dan Pemerintahan umum kewaspadaan nasional menyelenggaran Dialog kebangsaan dalam rangka perumusan kebijakan, peningkatan dan penanganan kewaspadaan nasional diwilayah perbatasa antar negara.


Hadir dirjend Bidang kewaspadaan Nasional DR. Akbar Ali, M.S.i dalam sambutanya mengatakan forum dialog semacam ini perlu dilaksanakan dalam rangka menyambut agenda nasional kedepan yaitu Asean Game dan Pileg dan pilpres, khususnya asean game yang berhubungan dengan negara2 peserta yg akan datang ke indonesia sehingga dipandang perlu diberikan pembekalan pembekalan pemerintahan daerah yg berbatasan dengan negara2 tetangga termasuk kepri.


Adapun pemateri pada forum ini adalah DR. Pratice R dari Kemendagri dgn Tema "Dasar negara dan Ideologi negara Pancasila", Dr. Ir. Chablulloh Wibisono, MM Rektor Uniba dgn tema Perspektif akademisi tentang permasalahan sosial budaya diwilayah perbatasan antar negara di kota batam kepulauan riau", Letkol Laut Atmayandi S.Ip S.H Dari Bais TNI dgn tema "peningkatan kewaspadaan nasional dalam rangka mempertahankan bangsa dan menjaga keutuhan NKRI" dan Dr. M. Gita Indrawan, ST, MM dari Univ. Putra Batam dengan Tema "Perspektif Akademisi tentang permasalahan sosial budaya diwilayah perbatasan antar negara.
Acara di tutup dengan dialog antar peserta.
Hadir dr DPD LDII Kota Batam Dian Cahyo dan Eko Nuryanto dr Bidang Kominfo.

Minggu, 08 Juli 2018

LDII KOTA BATAM GELAR SUNATAN MASSAL

Lembaga Dakwah Islam Indonesia ( LDII ) Kota Batam kembali mengadakan acara sunatan massal yang kedua setelah dua tahun yang lalu diaelenggarakan di tempat yang sama di Halaman dan Aula Masjid Miftahul Huda Bengkong Baru (8/7/2018) 


acara yang diselenggarakan ini bekerjasama dengan FKKI ( Forum Komunikasi Kesehatan Islam)  Kota Batam, sunatan massal ini melibatkan 50 peserta selain sunatan massal kami juga mengadakan pemeriksaan kesehatan buat warga disekitar masjid miftahul huda dan juga bazar remaja remaji binaan ldii kota batam papar rudi budi ketua ldii kota batam dalam sambutannya.



Dalam kesempatan tersebut hadir Hariman HK selaku inspektor pengawasan kepegawaian kota batam mewakili walikota dalam sambutannya beliau mengapresiasi kegiatan ini dan sangat senang melihat kesiapan dan kerapihan acara sunatan massal ini, harapan kedepan agar lebib sering dibuat acara sosial untuk masyarakat di sekitar ldii. 


Hadir juga dalam acara tersebut Camat Bengkong,  lurah bengkong baru , kanit intel bengkong serta rt rw di lingkungan masjid miftahul huda. (dyan)

Kamis, 03 Mei 2018

Generasi Milenial LDII Mesti Faham Media Literacy




Peran media online di era digitalisasi saat ini semakin mengalami perkembangan dan mulai menggeser secara perlahan peran media lainnya seperti media cetak. sayangnya tidak semua media online memberikan informasi yang berimbang  dan objektif. Hal ini  dapat berakibat  kepada  terjadinya kesalahpahaman atau salah interpretasi dan persepsi.
Untuk itu  LDII Kota Batam  mengajak  kepada generasi muda  LDII  untuk bisa memiliki  media literasi  melalui pelatihan jurnalistik dan fotografi yang diadakan bertepatan dengan hari buruh 1 Mei 2018 bertempat di aula Masjid Miftahul Huda bengkong baru Batam. 
Acara yang dibuka oleh ketua LDII Kota Batam Ir  H. Rudi Budi Suhardi  berlangsung selama 1 hari yang mengambil tiga materi utama yaitu content writer fotografi dan blogging.
Dalam kata sambutannya ketua LDII Kota Batam berpesan, "Dalam perkembangannya LDII di era kontribusi ini mengharapkan peran aktif dari generasi muda.  LDII Kota Batam berkomitmen ikut proaktif memfasilitasi generasi muda yang memiliki passion untuk mendalami dunia jurnalistik dan fotografi ini dalam forum lebih lanjut", ungkapnya.
Generasi muda di era milenial perlu  memahami media literasi sehingga dapat menyikapi agenda setting dan Framing  dari isu-isu yang berkembang secara matang dan dewasa tidak mudah terprovokasi dan mengedepankan semangat tabayyun dalam menghadapi isu-isu negatif.  informasi yang valid dan benar tentang LDII perlu disampaikan secara berimbang ke publik untuk memberikan  informasi kondisi faktual sehingga masyarakat dapat memahami perkembangan LDII khususnya di kota Batam  melalui  media online.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua pembina  LDII Kota Batam H. Drs. Abdul Manaf Chan dan H.  Tri Rahardjo.
Acara yang diikuti 160 peserta perwakilan dari berbagai kecamatan di kota Batam tersebut diisi oleh pemateri dari kalangan praktisi  yaitu Rahim Hasan, Eko Nuryanto, Dian Cahyono, Afdhol Zikri dan Mega.
Peserta dari luar Batam juga ikut serta dalam acara ini yaitu dari Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan

Sabtu, 12 November 2016

MENSOS " LDII Berkomitmen Kuat Bangun Ketahanan Keluarga "


Jakarta (8/11). Ketahanan keluarga menjadi pokok bahasan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat mengisi materi Munas ke-8 LDII di Balai Kartini Jakarta, (8/11). Ia memaparkan tentang “Dimensi Sosial dalam Mewujudkan Kerukunan, Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara” di hadapan 1.500 peserta munas. Kementerian sosial, kata Khofifah memiliki program yang kerap beririsan dengan kementerian lain. “Kami menangani banyak hal yang tidak diurus oleh kementerian lain,” ujar Khofifah. Lebih lanjut Khofifah mengatakan bahwa ada beberapa fungsi sosial yang melenceng dari fungsinya semula. Diantaranya adalah fungsi keluarga. Ketahanan keluarga menjadi permasalahan. Salah satu penyebabnya adalah kemiskinan“Kemiskinan menyebabkan  menyebabkan kebutuhan ekonomi individu tidak terpenuhi. Lambat laun akan muncul tindak kriminal dan tindakan sadisme,” jelasnya. Hanya saja, Khofifah menegaskan perlu membedakan antara kemiskinan dan kemiskinan akut. Kemiskinan akut tidak terjadi semata-mata karena alasan ekonomi. Ada banyak faktor yang menyebabkannya terjadi misalnya kultur yang salah.



Ketika kepala keluarga tidak kerja, istrinya yang kerja, dan kepala keluarga kehilangan percaya diri, maka akan muncul kekerasan dalam rumah tangga. Betapa banyak yang mengalami masalah keluarga ketika kepala keluarga tidak berfungsi dengan baik,”ujarnya.

Tugas Kemensos melakukan recovery dan rehabilitasi terhadap kerentanan ketahanan keluarga. Diantaranya membentuk panti rehabilitasi anak, panti rehabilitasi narkoba, dan perlindungan terhadap Anak Bantuan Hukum (ABH).

Hanya saja Khofifah menyayangkan, saat ini belum banyak pihak yang memiliki komitmen untuk mengingatkan pentingnya ketahanan keluarga. “Ketahanan nasional tidak akan terwujud jika tidak ada ketahanan keluarga,” ia menegaskan. Melalui munas ini Khofifah mengajak LDII agar mempertahankan dan meningkatkan peta dakwahnya. Menurutnya, peran serta ormas sangat penting. Masyarakat memerlukan peran ormas terutama ormas Islam. Masyarakat memerlukan sentuhan spiritual. Mensos yang juga menjabat sebagai Ketua Muslimah Nahdlatul Ulama ini berharap  permasalahan sosial Indonesia bisa terpecahkan. “Saya melihat komitmen LDII untuk membangun ketahanan keluarga begitu Istiqomah,” ujarnya. Diakhir pemaparan, LDII dan Kemensos menyepakati pendatanganan nota kesepahaman dan deklarasi “Relawan Dakwah Anti Narkoba”. Khofifah memakaikan rompi pada delapan orang perwakilan relawan.

LDII dan BNN Teken MoU Deklarasi Anti Narkoba


Jakarta (9/11) – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada perhelatan Munas ke-8 LDII di Gedung Balai Kartini melaksanakan teken MoU Deklarasi Anti Narkoba. MoU tersebut langsung ditindak lanjuti dengan penyematan pin Relawan Dakwah Anti Narkoba oleh Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN Drs. H. Fathur Rahman, SH, MM mewakili Kepala BNN. 

MoU ini sebagai kelanjutan dari kunjungan LDII ke BNN pada 3 November lalu mengenai kerjasama anti narkoba sekaligus membuat nota kesepahaman dalam gerakan anti narkoba.
Upaya LDII membentuk relawan dakwah dinilai penting dan berkesinambungan, karena Indonesia saat ini telah masuk kategori darurat narkoba. “Presiden pada perhelatan Hari Antinarkoba Internasinal menyatakan Indonesia telah darurat narkoba. Narkoba itu memiliki daya rusak yang tinggi, beberapa oknum aparat terjerat narkoba, narkoba telah memiliki wilayah sebaran, memiliki potensi pasar yang besar dengan 250 juta jiwa penduduk Indonesia, menimbulkan kerugian jiwa dan materil serta selalu ditemukan temuan baru mengenai narkoba,” ungkap Fahur Rahman.



Maka dari itu, Fathur Rahman berharap LDII dapat mengimplementasikan MoU yang telah ditandatangani ini. “Harapan kami MoU ini bisa diimplementasikan dengan kegiatan aktual dan nyata di domisili masing-masing,” lanjut Fathur Rahman. Menjawab hal ini, Fathur Rahman yang membawakan materi peran ormas dalam Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) memiliki beberapa kiat yang bisa diimplementasikan oleh LDII. “Beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu mengadakan kegiatan sosialisasi anti narkoba. Memahami regulasi penyalahgunaan narkba, membuat slogan anti narkoba, dan bersinergi dengan BNN dalam upaya P4GN membentuk penggiat anti narkoba,” ucap Fathur Rahman.

Pada akhirnya dengan sinergi antara ormas LDII yang sebagian besar ulama dan masyarakat bisa menghasilkan beberapa output. “Pertama minimal dirinya bisa mencerminkan kepribadian anti narkoba. Selanjutnya memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai narkoba dan pada akhirnya terampil untuk menyampaikan pada lingkungannya mengenai bahaya narkoba,” ungkap Fathur Rahman. Hal ini tentunya akan mejadi jawaban untuk mewujudkan Indonesia bersih penyalahgunaan narkoba. “Peran ormas diharapkan bisa menggerakkan masyarakat sekitar untuk melakukan pencegahan sehingga terwujud Indonesia bersih penyalahgunaan narkoba. Semua ini tanggung jawab kita yang telah tercantum dalam undang-undang yang dibuat oleh rakyat melalui DPR. Juga ini adalah wujud ibadah kita,” tegas Fathur Rahman.