Rabu, 21 Oktober 2015

LDII HADIRI UNDANGAN MUI KOTA BATAM

Foto Bersama MUI Kota Batam dengan para undangan

Batam, 17 Oktober 2015, Akhir akhir ini situasi keamanan di Kota Batam sangat memprihatinkan, maraknya aksi kejahatan dan kekerasan membuat masyarakat kota batam sangat khawatir dalam aktivitas sehari hari, mulai dari Penculikan, Penjambretan, Pembegalan, juga Perampokan, ini membuat instansi MUI Kota Batam sangat prihatin. MUI Kota Batam yang merupakan salah satu instansi pemerintah  yang membawahi seluruh ormas islam berinisiatif mengumpulkan toko tokoh dan pimpinan ormas Islam di Kota Batam salam rangka silaturahmi dan juga membahas kondisi Kota Batam khususnya masalah KAMTIBAS.

Bertempat di Batam Centre Hotel (BCH) MUI Kota Batam mengundang kurang lebih 40 Pimpinan dan Tokoh Ormas Islam di Kota Batam termasuk Lembaga Dakwah Islam Indonesia ( LDII ) Kota Batam, dan hadir pada saat itu Ketua LDII Kota Batam Bpk. H.Heryadi Selamet dan Wakil Ketua LDII Kota Batam Bpk. Abdul Karim Kastela, acara yang digagas oleh pihak MUI Kota Batam ini sangat Bagus sekali akan tetapi dari undangan yang terdaftar hanya kurang lebih 14 Pimpinan dan Tokoh Ormas Islam yang hadir, ini sangat disayangkan oleh Ketua MUI sendiri dan peserta yang hadir saat itu.
Suasana Diskusi di Batam Centre Hotel


Akan tetapi dengan tingkat kehadiran yang minim tidak menyurutkan MUI Kota Batam dan peserta yang hadir untuk terus melanjutkan diskusi tentang kondisi kota batam saat ini, dan hasil dari diskui ini akan di sampaikan kepada Stekholder ( Pemerintah ) yang berkompeten.

Dalam sambutannya Ketua LDII Kota Batam, mengharapkan kegiatan ini harus diagendakan minimal 3 bulan sekali , dimana bertemunya para pemimpin dan tokoh tokoh agama di kota Batam, untuk memberikan masukan dan idea idea untuk terciptanya BATAM MADANI yang sesungguhnya, terciptanya satu kesatuan pandangan dalam membangun Kota Batam ini.

Acara yang sangat akrab ini dimulai pada pukul 20.15 WIB sampai dengan pukul 22.15 wib. (Kominfo)

Sabtu, 10 Oktober 2015

Seminar Parenting Skill bagi Orang Tua di lingkungan LDII Kota Batam

ldiibatam.com Setiap orang tua pastilah menginginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka. Tapi tidak semua orang tua mengetahui  bagaimana cara membekali anak mereka agar kelak menjadi anak yang berhasil.

Pola pendidikan yang keliru ditambah dengan pengaruh lingkungan negatif telah mendorong banyak anak-anak berperilaku menyimpang. Akibatnya tidak sedikit orang tua yang mengeluhkan ketika anak-anak mereka terlibat kenakalan remaja, obat-obatan terlarang, pergaulan bebas, geng motor, kecanduan game online dan lain-lain Na'uzubillahi minzalik.

Peserta Parenting Skill Training MT. Hang Nadim, PC LDII Nongsa, Batam
Oleh karena itu kita sebagai orang tua terlebih khusus ibu-ibu dan calon ibu-ibu memegang peranan kunci dalam pendidikan, pengasuhan dan pembentukan karakter anak-anak. Orang tua khususnya ibu adalah seorang maha guru bagi anak-anaknya yang telah melatih anak-anak sejak dari bayi hingga dewasa. Dimana, di dalam pengasuhan tersebut kita sebagai orang tua dituntut bisa menyesuaikan pola pendidikan dan pengasuhan seiring perkembangan tingkat usia anak. Dimana setiap anak akan mengalami masa kritis didalam perkembangannya yang sangat membutuhkan orang tuanya, yaitu pada usia kurang dari dua tahun yang merupakan masa keemasan (golden age). Maka dari itu, orang tua juga perlu belajar dan membekali dirinya dengan keterampilan dalam mengasuh anak yang dikenal dengan parenting skill, yaitu seni keterampilan mendidik anak.

LDII mencanangkan Tri Sukses Generus, yaitu tiga kriteria suskses bagi generasi penerus yaitu membentuk generasi penerus yang faqih, berakhlakul karimah dan mandiri secara ekonomi. Adapun untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah taskforce PPG (Pembina Penggerak Generus) sebagai motor penggerak mencapai tujuan tersebut. Dan PPG dalam menjalankan amanahnya menggunakan parenting skill sebagai salah satu instrumen untuk membantu para orang tua dan 5 Unsur pada umumnya dalam mengarahkan putra-putri generasi peneruh mencapai Tri Sukses Tersebut.

Dalam kaitan inilah LDII Kota Batam mengadakan seminar parenting skill bagi ibu-ibu dan remaja putri di seluruh perwakilan Pimpinan Cabang di setiap Kecamatan di Kota Batam. Majlis taklim Hang Nadim di lingkungan LDII Kota Batam PC Nongsa telah melaksanakan kegiatan tersebut yang diikuti para peserta yang sangat antusias mengikuti dari awal sejak akhirnya acara tersebut pada Agustus 2015 yang baru lalu.

LDII Kota Batam berharap peserta tidak hanya dapat mengikuti workshop parenting skill dengan seksama namun juga dapat mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebab keteladanan orang tua merupakan cara ampuh dalam pola pengasuhan dan pendidikan anak-anak.Sehingga apa yang didambakan oleh setiap orang tua untuk memberikan yang terbaik kepada anak-anaknya dapat tercapai. Kelak anak-anak kita menjadi generasi penerus yang menyandang predikat tri sukses dan sesuai dengan semboyan kita

KECIL TERBINA, REMAJA TERJAGA, MUDA BERKARYA, POLA HIDUP SEDERHANA, BERKELUARGA BAHAGIA, TUA SEJAHTERA, MATI MASUK SURGA

(rph/354)

Senin, 28 September 2015

LDII BIASAKAN WARGANYA UNTUK MENABUNG HEWAN QURBAN

Batam, sebelum hari raya Idul Adha mulai ada beberapa proposal yang masuk ke kami sebagai pengurus LDII di Kecamatan, proposal permohonan daging qurban untuk warganya, yang mereka tahu bahwa setiap tahunnya warga dan pengurus LDII banyak memotong hewan qurban dan mereka tahunya pengurus LDII mendapat bantuan banyak hewan qurban dari warga Singapore yang berqurban di Batam, sehingga tiap tahun selalu banyak hewan qurban yang dipotong.

Pengurus LDII memiliki kebiasan untukmendorong semua warganya bisa menyembelih  hewan qurban tiap bulan Dzulhijah. Menabung sejak setahun adalah kebiasan rutin yang berjalan selama bertahun tahun. Caranya masing-masing warga LDII diberi buku tabungan oleh Pimpinan Cabang ( PC ) atau (PAC ) di tingkat kecamatan dan bisa diangsur setiap kali datang pada pengajian yang biasa dilaksanakan seminggu 2 kali.
Suasana pemotongan hewan qurban tahun 2015 di PC LDII Kec,Sekupang

BIasanya pengurus membagi sesuai dengan tingkatan ekonominya, Ada yang tipe A,B, C, D dan E " Alhamudillah dengan cara ini semua warga LDII bisa menyembelih hewan qurban sesuai kemampuannya masing masing dan ada juga yang berkelompok. Dengan cara menabung warga tidak merasa berat dan bisa mendapatkan pahala qurban tiap tahunnya dan tidak ada kesan bahwa yang berqurban adalah orang orang kaya saja. untuk tahun ini LDII Kota Batam menyembelih hewan qurban sebanyak 70 ekor sapi  dan 75 ekor kambing , walau pun secara perekonomian secara umum menurun tetapi alhamdulillah warga tetap semangat berqurban. Ada ketulusan niat dan pengorbanan besar yang dicontohkan nabi Ibrahim a.s sudah sepatutnya untuk di teladani. Pengorbanan yang murni karena Allah yang hannya mengharapkan rohmat Allah, menjauhi murka dan neraka Allah.
Suasana pembagian hewan qurban untuk warga , toga, tomas

Alhamdulillah setiap PC LDII bisa melaksanakan BudiLuhurnya dengan membagikan daging hewan qurban kepada warga disekitaran perumahan perumahan warga LDII dan juga Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama, indahnya berbagi kami rasakan ketika senyum senang penerima daging qurban kami, semoga yang berqurban tahun ini mendapatkan pahala setimpal dengan qurbannya dan yang mendapatkan dagingnya bisa barokah. Amiin (dyan-2015)


Rabu, 23 September 2015

MUI PROV.KEPRI KUNJUNGI PONPES LDII DI KEDIRI


Foto Bersama MUI KEPRI dengan PENGURUS PONDOK LDII
Batam, DPW LDII Prov. Kepri tahun ini alhamdulillah bisa menjalankan rencana kerjanya yang sudah satu tahun di agendakan sebelumnya yaitu mengundang pengurus MUI Prov.Kepri  untuk bisa hadir secara langsung menyaksikan bagaimana kegiatan di Pondok Pesantrean  LDII di Jawa Timur - Kediri , 18 - 20 September 2015. dalam kesempatan itu alhamdulillah yang bisa hadir dari Pengurus MUI Prov Kepri dan Kota Tanjung Pinang sedangkan dari MUI Kota Batam dikarenakan ada sesuatu lain hal tidak dapat mengikuti undangan dari DPW LDII Prov Kepri. adapun nama nama yang berangkat adalah Jajaran Pengurus MUI Prov.Kepri dan Kota Tanjung Pinang,  H.A. Karim Ahmad ( Ketua Umum MUI Kepri )  Drs. H. Erman Zaruddin.M.Pd ( Ketua MUI Kepri ) Ir. Zubed A.Hadi Muttaqin ( Ketua Fatwa MUI Kepri ) H. Abdurrahman, S.Pd.i ( Ketua Komisi Info dan Komunikasi ) H.Bambang Maryono, S.Pd.i ( Ketua MUI Kota Tanjung Pinang ) dengan di dampingi ketua LDII Prov.Kepri Drs.H.Abdul Manaf Chan dan ketua LDII Kota Batam , H.Heryadi Selamet,dan pengurus LDII Kota Tanjung Pinang ,Bpk. FARID.

18 September 2015 Rombongan berangkat dari Batam pada pukul 11.50 WIB dan Sampai di Surabaya pukul 15.00 WIB rombongan di terima oleh Ketua DPW LDII Prov.Jawa Timur di Kantor DPW LDII Jawa Timur di Surabaya, sebelum bertolak ke Pondok Pesantren di Kediri rombongan beristirahat di kantor DPW LDII Jawa Timur. selanjutnya rombongan bertolak ke PONPES LDII di Kediri pada pukul 14.00 dan sampai di kediri pada pukul 21.30 di sambut oleh pengurus Ponpes LDII. dalam suasana yang penuh kekeluargaan dan keakraban rombongan di perkenalkan dengan para pengurus dan dilanjutkan dengan istirahat.

19 September 2015 Rombongan MUI Prov. Kepri setelah sholat subuh berjamaah pukul 04.10 WIB rombongan diajak berkeliling dan salah satu ruangan yang disinggahinya adalah RUANG PUSTAKA PONPES , dimana terdapat puluhan lebih hadist hadist yang dipakai sebagai pedoman warga LDII di Indonesia, selain buku buku sejarah tentang islam, dalam kesempatan tesebut K.H Kholil Bhustomi menerangkan tentang isi dari ruang pustaka tersebut, Sejarah berdirinya Pondok Pesantren, Kurikulum Pondok Pesantren dan juga diskusi langsung dilakukan dengan suasana yang akrab dan bersahaja, tawa riang dan senyum dari para rombongan pun sesekali meramaikan ruangan tersebut.
Foto ketua umum dan komisi fatwa mui kepri yang sedang menerima penjelasan dari guru pondok (atas)

Dalam kunjungannya MUI KPERI tidak disia siakan , para peserta lansung melihat bagaimana kegiatan belajar mengajar para santriwan santriwati yang ada dipondok, bahkan dalam kesempatan tersebut H.Bambang Maryono, S.Pd.i ( Ketua MUI Kota Tanjung Pinang ) diberikan waktu untuk memberikan tausiyahnya kepada para santri. selain itu rombongan di suguhkan dengan foto foto kegiatan santri, daftar tamu baik dari pemerintahan atau MUI dari berbagai kota dengan gamlang di ceritakan oleh pengurus PONPES LDII di Kediri ini. setelah seharian penuh rombongan disuguhkan dengan berkeliling pondok dan melihat langsung kegiatan LDII , rombongan MUI Kepri sangat takjub dan bangga bisa melihat langsung bagaimana kegiatan LDII di Pusatnya yaitu di Kediri. hal ini bagi mereka akan di sebarkan kepada para pengurus baik yang ada di Provinsi atau Kabupaten Kota yang ada di Kepri. sehingga isu isu miring tentang LDII tidak ada lagi di masyarakat dan bisa tercipta kerukunan kekompakan dan kerja sama yang baik untuk menjaga keutuhan NKRI.
MUI KEPRI (atas) memberikan Tausiyah, rombongan melihat kegiatan belajar mengajar (bawah)

Diskusi dengan pengurus Pondok dan Rombongan

Kegiatan yang berlangsung selama sehari ini sampai pukul 19.00 WIB selanjutnya rombongan kembali ke Surubaya dan kembali ke kantor DPW JATIM untuk beristirahat guna melanjutkan kembali ke Batam esoknya (20/09/2015)

LDII PROV KEPRI Khususnya dengan kehadiran secara langsung pengurus MUI  KEPRI ini bisa menjadi corong bagi pengurus pengurus MUI yang masih mendiskriminasikan tentang LDII. (dyan/dok.LDIIKEPRI-2015)


Rabu, 02 September 2015

Ahok: “Pengajian LDII Menarik Buat Saya”


Jakarta (1/9). DPW LDII DKI Jakarta menggelar audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok. Dalam pertemuan itu, para pengurus LDII meminta arahan menjelang dilaksanakannya Musyawarah Wilayah DPW LDII Jakarta.
Dalam pertemuan itu, Ahok menyambut baik dan mendukung semua program LDII untuk membangun bangsa Indonesia, terutama di bidang moral dan religi. Menurut Ahok, dia sudah mengenal LDII sejak lama. Hubungan kian erat saat ia menjadi bupati Belitung.
“Saya sudah kenal lama dengan LDII sejak menjadi Bupati Belitung, yang 93 persen warganya adalah muslim. Kiprah LDII di sana cukup baik, saya sering bertemu dengan pengurus DPD LDII sana. Menurut saya, pengajian di LDII itu cukup baik, karena mengartikan satu persatu kata dalam Alquran dan Alhadits. Ini penting, karena dengan mengerti arti dari Alquran dan Alhadits umat Islam tahu hukum-hukum yang berlaku, tidak hanya sekedar dibaca, tapi tidak diamalkan. Saya juga masih teringat motor LDII yang ketika dinyalakan langsung berbunyi assalamu alaikum,” begitu kenang Ahok.
Menurutnya keberadaan LDII sebagai ormas sangat membantu pemerintah daerah dalam pembinaan generasi muda. Untuk itu, Pemda DKI siap bekerjasama dengan LDII dalam pembinaan baik dari segi keagamaan, maupun ilmu ketrampilan).

Namun Ahok juga mengharapkan LDII juga turut membantu pendataan anak-anak tidak mampu, yang bersekolah di Madrasah untuk mendapatkan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Pembinaan sejak usia belia sangat penting untuk masa depan Indonesia, untuk itu Pemda sangat memberikan perhatian khusus pada mereka. Sedangkan bagi mereka yang tidak mampu, dan saat ini belajar di pondok-pondok pesantren, akan diupayakan mendapat bantuan dari pemprov agar dapat bersekolah kembali dan mendapatkan KJP dari Pemda DKI.
“Kita bisa bicarakan ini ke depan dengan LDII bagaimana bentuk kerjasamanya. Apalagi LDII DKI Jakarta memiliki ratusan majelis taklim di seluruh jakarta, sehingga bisa mempermudah pengerjaannya”.
Audiensi dengan Gubernur Ahok adalah dalam rangka persiapan muswil DPW LDII DKI Jakarta pada 2-3 September, yang akan dibuka oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat. Dalam pertemuan itu hadir pula para pengurus DPW LDII DKI Jakarta, yang dipimpin langsung oleh Ketua DPW LDII Teddy Suratmadji, dan pengurus lainnya, antara lain Nurrohmat, Eddy Supriyadi, Sarji Faisal, Erwin Hadisurya, Muhammad Ied, dan Eko Mugianto. (Eko/LINES) http://www.ldiijatim.com