Rabu, 02 September 2015

Ahok: “Pengajian LDII Menarik Buat Saya”


Jakarta (1/9). DPW LDII DKI Jakarta menggelar audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok. Dalam pertemuan itu, para pengurus LDII meminta arahan menjelang dilaksanakannya Musyawarah Wilayah DPW LDII Jakarta.
Dalam pertemuan itu, Ahok menyambut baik dan mendukung semua program LDII untuk membangun bangsa Indonesia, terutama di bidang moral dan religi. Menurut Ahok, dia sudah mengenal LDII sejak lama. Hubungan kian erat saat ia menjadi bupati Belitung.
“Saya sudah kenal lama dengan LDII sejak menjadi Bupati Belitung, yang 93 persen warganya adalah muslim. Kiprah LDII di sana cukup baik, saya sering bertemu dengan pengurus DPD LDII sana. Menurut saya, pengajian di LDII itu cukup baik, karena mengartikan satu persatu kata dalam Alquran dan Alhadits. Ini penting, karena dengan mengerti arti dari Alquran dan Alhadits umat Islam tahu hukum-hukum yang berlaku, tidak hanya sekedar dibaca, tapi tidak diamalkan. Saya juga masih teringat motor LDII yang ketika dinyalakan langsung berbunyi assalamu alaikum,” begitu kenang Ahok.
Menurutnya keberadaan LDII sebagai ormas sangat membantu pemerintah daerah dalam pembinaan generasi muda. Untuk itu, Pemda DKI siap bekerjasama dengan LDII dalam pembinaan baik dari segi keagamaan, maupun ilmu ketrampilan).

Namun Ahok juga mengharapkan LDII juga turut membantu pendataan anak-anak tidak mampu, yang bersekolah di Madrasah untuk mendapatkan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Pembinaan sejak usia belia sangat penting untuk masa depan Indonesia, untuk itu Pemda sangat memberikan perhatian khusus pada mereka. Sedangkan bagi mereka yang tidak mampu, dan saat ini belajar di pondok-pondok pesantren, akan diupayakan mendapat bantuan dari pemprov agar dapat bersekolah kembali dan mendapatkan KJP dari Pemda DKI.
“Kita bisa bicarakan ini ke depan dengan LDII bagaimana bentuk kerjasamanya. Apalagi LDII DKI Jakarta memiliki ratusan majelis taklim di seluruh jakarta, sehingga bisa mempermudah pengerjaannya”.
Audiensi dengan Gubernur Ahok adalah dalam rangka persiapan muswil DPW LDII DKI Jakarta pada 2-3 September, yang akan dibuka oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat. Dalam pertemuan itu hadir pula para pengurus DPW LDII DKI Jakarta, yang dipimpin langsung oleh Ketua DPW LDII Teddy Suratmadji, dan pengurus lainnya, antara lain Nurrohmat, Eddy Supriyadi, Sarji Faisal, Erwin Hadisurya, Muhammad Ied, dan Eko Mugianto. (Eko/LINES) http://www.ldiijatim.com

Selasa, 01 September 2015

SSA AJANG MEMBENTENGI GENERUS LDII

SISWA SANTRI AKTIF ( SSA ) di Lingkungan PC LDII SEKUPANG sarana kegiatan membentengi generasi penerus dari rusaknya akhir zaman.
Batam, 29-30 agustus 2015. Zaman semakin hari semakin maju, tekhnologi semakin berkembang pesat , pergaulan yang semakin bebas dikalangan remaja semakin membuat miris ketika kita memandang, anak usia smp sudah semakin berani dalam pergaulan, tidak memandang lagi rasa malu ketika sedang bergaul, berpelukan dengan lawan jenis dimuka umum sudah hal biasa bagi mereka, berduaaan di tempat ramai, merokok, bahkan sampai melakukan diluar batas kewajaran ini sudah merupakan kebiasaan yang sangat jelek.

Siswa Santri Aktif ( SSA ) yang diadakan oleh PC LDII Kec.Sekupang diadakan tiap sebulan 2 kali bekerja sama dengan Pondok Pesantren Abdul Dhohir Patam Asri, mengeadakan acara SSA dimana pesertanya adalah anak anak usia SMP - SMA, acara yang di kemas mulai malam minggu sampai minggu sore setiap minggu kedua dan ke empat, diisi dengan pengajian makna Al Qur'an dan Al-Hadist sebagai pedoman tuntunan wajib umat islam, dimaknai di kaji dan diterangkan agar generus mampu dan mengerti perintah dan larangan Allah  SWT dan Rosul Muhammad SAW. diterangkan bagaimana perilaku dan ahlak rosu Muhammad SAW, sehingga para generus bisa mengambil contoh ahlak baik rosulallah SAW yang selama ini banyak dilupakan karna tidak dikaji dan kupas. Dalam SSA demikianlah program wajib yang harus mereka ikuti. Nasehat dari para tokoh, para ulama, para mubalegh ini juga santapan yang harus mereka dengarkan, karna " Adinunasehah" agama adalah nasehat. dalam nasehatnya selalu didengungkan dimana saja kapan saja dan bagaimana saja keadaanya untuk tetapi menetapi dan mempersungguh mengaji Al Qur an dan Al hadist karna ini pedoman pokok orang islam. Menjaga Ahlak dan pergaulan, mentaati peraturan pemerintah yang sah, harus bisa Ta'zdim terhadap orang tua dan orang yang lebih tua, menjaga kerukunan , kekompakan dan kerja sama yang baik, dan diharapkan generus bisa menjadi generus yang sukses akan 3 hal , sukses menjadi generus yang berahlakhul karimah, Fakih dan Mandiri


Selain itu para peserta juga diwajibkan untuk menginap di Pondok Pesantren guna menggembleng diri dan bisa menjiwai rasa cinta untuk mondok , rasa senang dalam mencari ilmu agama, dan juga bisa terhindar dari pergaulan pergaulan yang tidak memberikan manfaat untuk dirinya dan orang lain.
SSA ini program unggulan yang diharapkan generus menjadi generus yang bisa membanggakan. (dyan2015)

Kamis, 27 Agustus 2015

Wali Kota Surabaya: “LDII Sangat Bagus Dalam Membina Generasi Muda”



DPD LDII kota Surabaya akan terus fokus dalam pembinaan generasi muda. Hal ini menjadi pembahasan penting di dalam Musyawarah Daerah VII LDII Kota Surabaya yang diselenggarakan di Aula Ponpes Sabilurrosyidin, Surabaya, Minggu (24/5/2015).
Pembinaan dilakukan mulai dari usia dini, caberawit, praremaja sampai remaja sehingga diharapkan akan muncul generasi muda yang profesional religius untuk Surabaya maupun bangsa dan negara. Pembinaan yang dilakukan LDII Surabaya bukan hanya soal agama, namun juga penanaman wawasan kebangsaan. Hal inilah menjadi tema MUSDA VII LDII kota Surabaya yakni “Meningkatkan SDM Profesional Religius untuk Surabaya Smart City dalam Wadah NKRI”.
Musda VII DPD LDII kota Surabaya yang dibuka Wali Kota DR (HC). Ir. Tri Rismaharini, M.T., juga dihadiri anggota Komisi XI DPR RI H. Sungkono, Danrem 084/BJ Kolonel Inf. M. Nur Rahmad, Polrestabes, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Dandim 0832 Surabaya Selatan Kolonel Inf Rudi Andriono, Ketum MUI kota Surabaya KH. Muchid Murtadho, Ketua FKUB, Ketua Nahdlatul Ulama, Ketua Muhammadiyah dan seluruh PC-PAC LDII Surabaya.
Risma dalam sambutannya menyampaikan terima kasih terhadap LDII selama ini telah membantu pemerintah kota Surabaya, khususnya di dalam pembinaan generasi muda yang bersih dari narkoba. Perlu diketahui narkoba sekarang sudah merajalela karena untuk mendapatkan narkoba sangatlah mudah. Oleh karena itu pemerintah kota Surabaya mengajak LDII dan masyarakat Surabaya membantu mensosialisasikan bahaya narkoba dan selalu mengawasi generasi muda Surabaya.
“Selama ini LDII sangat bagus dalam membina generasi mudanya dalam hal pemberantasan narkoba, anti kekerasan, dan radikalisme,” ungkap Risma. Karena itu, semua pihak diharap melakukan hal yang sama seperti LDII agar generasi muda menjadi kuat. “Kalau anak-anak muda kita tidak diamankan, ya hancur. Karena itu kita masukkan shelter, sebab kalau masuk tahanan akan tambah pintar (dalam kriminalitas),” pungkas Risma.
Sementara itu Danrem 084/BJ Kolonel Inf M. Nur Rahmad berharap kerja sama antara LDII dengan Korem 084/BJ dapat semakin ditingkatkan. Ia juga berharap LDII menjadi benteng pemersatu umat Islam. “Kita sudah mempunyai kekuatan ada NU, Muhammadiyah yang sangat peduli dengan NKRI sekarang ditambah lagi dengan LDII,” ujarnya. Ia meminta masalah agama Islam tidak lagi mempersoalkan masalah-masalah perbedaan pendapat fiqih (furuiyah) karena akidah Islam semua sama,” tutur Nur Rahmad.
Nur Rahmad berharap agama Islam adalah agama Islam yang nasionalis. Artinya mengutamakan kepentingan nasional mengedepankan bangsa dan negara. Dengan demikian bila dihadapkan pada suatu persoalan agama, maka yang dikedepankan adalah kepentingan persatuan Islamiyah, kasih sayang bukan mengedepankan perpecahan.
Pernyataan Nur Rahmad ditanggapi positif Ketua DPW LDII provinsi Jawa Timur Ir. H. Chriswanto Santoso, M.Sc, Menurut Chriswanto LDII adalah orang Indonesia yang beragama Islam, bukan orang Islam yang berada di Indonesia. Artinya nilai-nilai ke-Indonesiaan menjadi bagian dari sebuah frame dalam melaksanakan ibadah yang terkait dengan keislaman. Nilai-nilai keindonesiaan itu menjadi bagian yang menjadi sifat dan tabiat warga LDII.
“Dengan tagline meningkatkan SDM profesional religius pada hakekatnya LDII ingin menyiapkan SDM yang betul-betul tidak hanya mempunyai profesi yang baik yang profesional di bidangnya tapi mereka memang betul-betul dalam bingkai moralitas keagamaan, sehingga betul-betul bisa diandalkan untuk memajukan bangsa dan menjaga keutuhan NKRI. Dan diharapkan ke depan menjadi Bu Risma-Bu Risma baru,” tutur Chris.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPD LDII kota Surabaya Drs. H. M. Amien Adhy mengungkapkan rasa terima kasih terhadap pemerintah kota Surabaya yang telah mendukung dan memfasilitasi LDII selama ini. Amin berjanji, ia dan warga LDII Kota Surabaya terus mendukung ldii.or.idprogram pemerintah kota Surabaya. Acara Musda VII LDII Kota Surabaya dirangkai penandatanganan bersama komitmen antiradikalisme dan kekerasan. (Sofyan Gani) sumber : www.

Minggu, 23 Agustus 2015

Berkah Penyembelihan Hewan Secara Islami


Di setiap perhelatan kurban, umat Islam di Eropa, Amerika Serikat, Australia, ataupun di daerah yang mereka adalah minoritas, kerap mendapat kritikan mengenai perlakuan terhadap hewan kurban. Mereka menyebut penyembelihan hewan kurban tak manusiawi. Benarkah demikian? Ternyata riset membuktikan, justru penyembelihan dengan cara islami membuat binatang ternak tak merasa sakit.
Menurut Kebijakan tentang penyembelihan hewan berdasarkan aturan Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSCPA) Australia menyatakan bahwa binatang harus dibunuh seketika atau dibuat pingsan sampai menghadapi kematian. Adapun caranya bervariasi, mulai dari pemingsanan hingga tembak dikepala. Istilah ini disebut “Penjagalan Hewan yang Berperikemanusiaan”.
Dalam waktu 24 jam sebelum disembelih, hewan diperiksa oleh petugas inspeksi untuk memastikan hewan yang disembelih sehat dan sebelum disembelih, hewan berjalan sebuah jalur penyembelihan dan memasuki sebuah kotak pada rumah penyembelihan.
Pada hitungan detik, operator membuat hewan pingsan. Berbagai cara untuk membuat pingsan seperti penyetruman hingga penggunaan gas karbondioksida. Proses ini memastikan hewan tidak sadar dan peka terhadap rasa sakit sebelum akhirnya diproses.
Memang tidak semua tempat penjagalan hewan di Australia menggunakan cara yang konvensional. Ada juga tempat penyembelihan yang islami dan bahkan mempekerjakan komunitas Islam untuk menjagal hewan sesuai syariat Islam. Namun tetap saja pandangan orang barat umumnya masih belum terbuka akan hal ini.
Dalam Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni: saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu: arteri karotis dan vena jugularis.
Perlu diketahui bahwa syariat Islam tidak merekomendasikan metoda atau teknik pemingsanan. Sebaliknya, Metode Barat justru mengajarkan atau bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.

Namun, penelitian yang dilakukan ahli peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman, Prof.Dr. Schultz dan Dr. Hazim mengungkapkan fakta yang berbeda terkait penyembelihan hewan secara islami maupun ala barat. Penelitian yang menggunakan teknologi elektroda (microchip) yang disebut Electro-Encephalograph (EEG) yang dipasang pada otak sapi dewasa dan  Electro Cardiograph (ECG)  yang merekam aktivitas jantung. Kedua alat tersebut merekam aktivitias penyembelihan menurut syariat Islam dan penyembelihan menurut ala barat.
Pada penyembelihan yang sesuai syariat islam, grafik EEG menunjukan hasil yang stabil hingga mencapai nol. Tiga detik setelah hewan disembelih dan ketiga saluran pada leher sapi terputus, terjadi penurunan grafik secara bertahap. Hal itu mengindikasikan hewan mulai kehilangan kesadaran dan tidak ada rasa sakit yang dialami.
Hewan yang disembelih tersebut mengalami kejadian Deep Sleep setelah kehilangan kesadaran. Setelah itu terdapat aktivitas luar biasa yang direkam ECG pada jantung. Jantung menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Ini terjadi karena refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang.
Darah hewan yang terpompa keluar dari tubuh dengan maksimal oleh jantung menghasilkan kualitas daging yang sehat serta layak konsumsi. Darah yang terjebak pada daging dan urat dapat membeku yang menjadikan daging tidak sehat.
Lain halnya dengan proses penyembelihan ala barat. Lazimnya mereka melakukan proses proses stunning (pemingsanan) yang menyebabkan sapi terhuyung jatuh dan roboh. Hewan mudah disembelih karena tidak meronta-ronta dan kelihatannya tidak mengalami rasa sakit. Namun ketika disembelih, darah yang keluar sedikit.
Aktivitas yang terekam pada grafik EEG menunjukan terjadinya kenaikan. Hal tersebut diindikasikan bahwa hewan sebelum disembelih mengalami tekanan rasa sakit sebelum akhirnya pingsan. Rasa sakit yang luar biasa menyebabkan jantung berhenti berdetak lebih awal sebelum akhirnya, dapat menarik darah keluar lebih banyak dari tubuh hewan. Grafik ECG menunjukan penurunan aktivitas jantung yang signifikan.
Pada hewan yang disembelih ala barat darahnya tidak tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itu pun membeku di dalam urat-urat darah dan daging, sehingga dihasilkan daging yang tidak sehat dan  menjadi tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia.
Menurut K.H. Aceng Karimullah, anggota Majelis Taujih Wa Al Irsyad DPP LDII dalam Islam, Nabi Muhammad mengajarkan bahwa menyembelih hewan kurban juga membantu mempercepat kematian hewan tersebut tanpa menyakiti. Sebab, ketika menyembelih memutus 3 urat utama di leher sehingga darah lebih cepat habis. Sebelumnya, penyembelih harus menajamkan pisau yang akan digunakan terlebih dahulu agar memudahkan proses sembelih. (Noni/Khoir/LINES)

Jumat, 21 Agustus 2015

Wapres Jusuf Kalla: “LDII Turut Berperan Membangun Bangsa”

Jakarta (20/8). Pengurus DPP LDII menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam kesempatan itu, DPP LDII meminta masukan dari Jusuf Kalla mengenai berbagai program yang dilakukan DPP LDII, untuk penguatan NKRI. Selain itu, LDII bersama ormas Islam, dan umat beragama lainnya berkomitmen mendukung program kerja pemerintah dan empat pilar bangsa (Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI).
Kekerasan dan radikalisme yang terjadi di kawasan Timur Tengah mempengaruhi kehidupan bermasyarakat bangsa Indonesia. Misalnya konflik berkepanjangan antara Sunni dan Syiah, berimbas pada peristiwa Sampang pada 2012 silam.
Namun jika membandingkan Timur Tengah, Indonesia lebih baik dalam hal kehidupan umat beragama. Meski konflik atas nama agama terjadi silih berganti, namun tidak sampai hingga merusak kepan berbangsa dan bernegara. Bahkan, umat beragama di Indonesia bahu membahu untuk meraih kemerdekan. Apalagi Indonesia memiliki perekat sosial berupa Pancasila, UUD 45, dan kearifan lokal.
Untuk meneguhkan persatuan antarumat beragama, DPP LDII pada Kamis (20/8) melakukan audensi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden. Dalam pembukaan pertemuan tersebut, Jusuf Kalla juga berbagi kisah tentang kondisi agama Islam di Indonesia yang banyak menjadi pembelajaran bagi negara Timur Tengah. Secara umum, negara di Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Tengah kurang kondusif. “Negara tersebut seharusnya belajar dari kerukunan kehidupan beragama di Indonesia,” ujar Jusuf Kalla.
Menurut Jusuf Kalla, perang saudara di Suriah membutuhkan waktu 50 tahun untuk diihkan, karena sudah hancur. “Baik itu hancur secara fisik seperti infrastruktur maupun hubungan nonfisik, seperti karakter, peradaban, dan hubungan antar kemanusiaan yang telah tercabik-cabik,” ujar Kalla. Mereka, imbuh Kalla, ingin belajar dari Indonesia yang mayoritas penduduk muslim paling banyak di dunia, namun aman, tenang, dan damai.
Setidaknya DPP LDII bertemu dengan Jusuf Kalla sebanyak enam kali, bahkan sebelum ia menjadi wakil presiden di era Jokowi. DPP LDII menyampaikan salam sejahtera dari warga LDII Kepada Jusuf Kalla. Ada beberapa hal yang ingin disampaikan oleh DPP LDII selain ingin bersilaturahim. Pada intinya, LDII ingin mendapat arahan dari Jusuf Kalla tentang agenda LDII secara global.
“Kami berbicara dan duduk bersama, saling memahami satu sama lain. Jangan sampai timbul radikalisme. Maka penguatan harus dilakukan. Jangan dakwah hanya sebatas ibadah, tapi coba didorong dengan penguatan ekonomi muamalah, yaitu penguatan ekonomi umat secara menyeluruh,”ujar Jusuf Kalla dalam pertemuan dengan DPP LDII.

Menurut Kalla, umat Islam lebih banyak terjebak dalam konflik sesama umat Islam. Tidak jarang konflik antar agama juga turut terjadi. Ini terjadi akibat kurang lancarnya saluran komunikasi dan tidak meratanya distribusi kesejahteraan. Maka, wajar bila penguatan umat harus segera dilakukan.
Selanjutnya, Ketua Umum DPP LDII Prof DR Abdullah Syam,M.Sc memaparkan berbagai agenda LDII, yang intinya ingin mengajak kerja sama, berbagai elemen masyarakat untuk memperkecil radikalisme dan memperkuat NKRI.
Abdullah Syam memaparkan kegiatan LDII di antaranya dakwah, pendidikan, pembangunan SDM, dan kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), TNI/Polri, dan elemen lain yang poinnya mulai dari deradikalisasi, pembangunan penguatan ekonomi, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, sampai pelestarian lingkungan.
Atas pemaparan Abdullah Syam, Jusuf Kalla Memberikan apresiasi dan berterimakasih karena LDII sudah berperan dalam pembangunan bangsa.
Menurut Abdullah Syam, LDII sedang bekerja sama dengan PBNU mengusung pendidikan deradikalisasi, serta pemberdayaan ekonomi dan pendidikan serta, masalah pelestarian lingkungan. LDII juga berkomitmen menegakkan NKRI bersama ormas Islam lainnya. (Khoir/Ryan/LINES) www.ldii.or.id