Rabu, 24 Desember 2014

ASRAMA LIBURAN MENJADI PAVORIT GENERUS LDII

Sekupang 24/12/2014, " Libur telah tiba libur telah tiba hore hore hatiku gembira" itulah sebait lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi cilik tasya dimana menggambarkan kegembiraan menyambut liburan sekolah. banyak orang tua yang memanfaatkan liburan sekolah anaknya dengan beberapa agenda, ada yang pulang kampung menjenguk sanak keluarganya (silaturahim) ada juga yang anak anaknya hanya mengisi kegiatan dirumah saja dikarenakan banyak faktor.
menyusun sandal agar rapih mendidik anak agar disiplin dan mandiri

Nah bagaimana sih kegiatan liburan dikalangan generasi penerus dibawah binaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menyikapi libur panjang ini, maka para pengurus LDII membuat program yaitu ASRAMA LIBURAN, dan ini disambut antusias para generus yang mengisi liburannya tidak keluar kota.para pengurus LDII dikota batam mebuat kegiatan ini selama liburan berjalan, sehingga anak anak tidak jenuh dalam mengisi liburan sekolahnya.

Asrama liburan tahun ini menjadi pavorit para generus khususnya usia SD-SMP mereka dengan penuh semangat mengikuti kegiatan ini mulai pagi pukul 09.00 - 11.30 dan diteruskan 13.00 - 15.00 WIB, dan kegiatan ini dilakukan di setiap masjid masjid binaan LDII dikota Batam.

Kegiatan Asrama Liburan ini sudah menjadi tradisi, sehingga sudah jauh jauh hari sebelum liburan anak anak sekolah selalu menanyakan kegiatan asrama, didalam kegiatan asrama penggembelangan keilmuan agama sangat di tekankan dengan mengkaji Al Qur'an dan Al Hadist juga di sampaikan tentang agama islam secara umum, tujuan nya agar para generus bisa mencapai 3 Sukses pembinaan yaitu Generus yang Alim - Fakih , Berahlakhul Kharimah, dan Kemandirian, sehingga tercapai generus yang membanggakan untu orang tua.(dyan)


Kamis, 18 Desember 2014

LDII PC SEKUPANG PASANG SPANDUK UCAPAN BELA NEGARA

Sebagian warga RI sekerang ini terlebih lebih generasi penerus ( Remaja Remaji ) kurang dan bahkan tidak tahu pada tanggal 19 Desember adalah dicanangkannya hari Bela Negara yang dicanangkan oleh Kementrian Pertahanan dan Keamanan , Sebagai wujud rasa kesatuan dan persatuan dan juga kecintaan kita terhadap NKRI LDII PC Sekupang memasang sepanduk ucapan Bela Negara ke -8 ,yang jatuh pada tanggal 19 Desember dimana warga LDII di Indonesia mempunyai rasa yang sama akan pentingnya mempunyai rasa persatuan dan kesatuan.




bela negara adalah tekad, sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada 
negara kesatuan republik indonesia yang berdasarkan pancasila dan uud 1945 dalam menjamin 
kelangsungan hidup bangsa dan negara. pembelaan negara bukan semata-mata tugas tni, tetapi segenap 
warga negara sesuai kemampuan dan profesinya dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan 
bernegara. 

Era reformasi membawa banyak perubahan di hampir segala bidang di republik indonesia. ada 
perubahan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat, tapi tampaknya ada juga yang negatif dan 
pada gilirannya akan merugikan bagi keutuhan wilayah dan kedaulatan negara kesatuan republik 
indonesia. suasana keterbukaan pasca pemerintahan orde baru menyebabkan arus informasi dari segala 
penjuru dunia seolah tidak terbendung. berbagai ideologi, mulai dari ekstrim kiri sampai ke ekstrim 
kanan, menarik perhatian bangsa kita, khususnya generasi muda, untuk dipelajari, dipahami dan 
diterapkan dalam upaya mencari jati diri bangsa setelah selama lebih dari 30 tahun merasa terbelenggu 
oleh sistem pemerintahan yang otoriter. 

salah satu dampak buruk dari reformasi adalah memudarnya semangat nasionalisme dan 
kecintaan pada negara. perbedaan pendapat antar golongan atau ketidaksetujuan dengan kebijakan 
pemerintah adalah suatu hal yang wajar dalam suatu sistem politik yang demokratis. namun berbagai 
tindakan anarkis, konflik sara dan separatisme yang sering terjadi dengan mengatas namakan 
demokrasi menimbulkan kesan bahwa tidak ada lagi semangat kebersamaan sebagai suatu bangsa. 
kepentingan kelompok, bahkan kepentingan pribadi, telah menjadi tujuan utama. semangat untuk 
membela negara seolah telah memudar. 

Bela negara biasanya selalu dikaitkan dengan militer atau militerisme, seolah-olah kewajiban 
dan tanggung jawab untuk membela negara hanya terletak pada tentara nasional indonesia. padahal 
berdasarkan pasal 30 UUD 1945, bela negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara 
republik indonesia. bela negara adalah upaya setiap warga negara untuk mempertahankan republik 
indonesia terhadap ancaman baik dari luar maupun dalam negeri. 

UU no 3 tahun 2002 tentang pertahanan negara ri mengatur tata cara penyelenggaraan 
pertahanan negara yang dilakukan oleh tentara nasional indonesia (tni) maupun oleh seluruh 
komponen bangsa. upaya melibatkan seluruh komponen bangsa dalam penyelenggaraan pertahanan 
negara itu antara lain dilakukan melalui pendidikan pendahuluan bela negara. di dalam masa transisi 
menuju masyarakat madani sesuai tuntutan reformasi, tentu timbul pertanyaan apakah pendidikan 
pendahuluan bela negara masih relevan dan masih dibutuhkan. makalah ini akan mencoba membahas 
tentang relevansi pendidikan pendahuluan bela negara di era reformasi dan dalam rangka menghadapi 
era globalisasi abad ke 21. 

Maka untuk itu LDII selalu membina dan menggembleng para generusnya untuk selalu mencintai NKRI dan selalu menjaga UUD 45 dan Pancasila sebagai pedoman hidup bernegara.dan kami siap menjada keutuhan NKRI apabila sewaktu waktu ada rongrongan baik dati dalam maupun dati luar. SELAMAT HARI BELA NEGARA semoga INDONESIA JAYA selalu dan tetap AMAN DAMAI dan SENTOSA.(dyan)

Senin, 24 November 2014

DPW LDII KEPRI ADAKAN PELATIHAN dan SOSIALISASI UU ORMAS No 17 Tahun 2013

foto bersama peserta pelatihan dengan perwakilan kesbangpol kota batam ( ft tengah )

Batam. 23 November 2014. LDII Kota Batam bersama-sama dengan DPW LDII Kepulauan Riau menyelengarakan Pelatihan di lingkungan pengurus LDII se Kota Batam. Pelatihan Administrasi dan Kesekertariatan di Plamo Garden sehubungan dengan UU No. 17 Tahun 2013 yang mengatur tentang Ormas tersebut diikuti oleh seluruh unsur pimpinan, wakil beserta sekretaris LDII se Kota Batam mulai tingkat DPD Kota dan PC. 

Abdul Manaf Chan Ketua DPW Kepri, dalam pidatonya menyampaikan pentingnya materi tersebut untuk dikuasai oleh para pengurus sehingga dalam operasionalnya para pimpinan cabang dapat membuat sistem kearsipan secara tertib dan berkesinambungan sesuai dengan azas dan ketentuan yang telah diatur oleh DPP LDII.

Hadir dalam kesempatan tersebut tamu undangan dari Kesbangpol Kota Batam, Rustam, SKM mewakili pimpinannya yang berhalangan pada waktu tersebut. Kondisi Batam yang sudah mulai kondusif pasca kerusuhan yang terjadi akhir-akhir ini yaitu perseteruan antara TNI - POLRI di kawasan Tembesi dan demo buruh yang terjadi telah membuat pemerintah kota Batam perlu konsolidasi internal secara intens lagi.

Rustam yang berdomisili di kawasan Kecamatan Sekupang telah mengenal LDII cukup lama. Beliau menurutkan sering menyaksikan warga LDII yang giat bergotong royong membersihkan daerah sekitar dan warga LDII yang bermukim di kawasan Patam Asri, Sekupang terkenal bebas dari asap rokok. Warung-warung di daerah tersebut terkenal tidak menjual rokok. Dia yakin LDII di Kecamatan lainnya juga ikut melakukan hal yang sama karena hal tersebut pastilah sudah menjadi program dari DPW dan DPD Kota Batam. Menurut Rustam yang pernah menjabat di Dinas Kesehatan Kota Batam, menilai kondisi secara positif dan dapat menjadi contoh bagi warga di daerah yang lain demi terciptanya kesehatan masyarakat di tengah-tengah beban ekonomi yang semakin berat.

Rustam menjelaskan berdasarkan UU No. 17/2013, Ormas yang telah berbadan hukum tidak lagi diharuskan mendaftar di Kesbangpol Kota untuk mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar sebagaimana dilakukan sebelumnya. Namun Ormas agar melaporkan keberadaanya di Kota Batam ke kesbangpol.

Disamping itu, Ormas kini dapat memiliki anak-anak usaha sebagaimana diatur menurut UU tersebut.

Mengutip informasi dari Ketua DPW LDII Kepri, dimana LDII memiliki 4,765 pimpinan cabang diseluruh Indonesia, Rustam menilai bahwa LDII sebagai sebuah Ormas yang besar dan telah memiliki perwakilan di daerah-daerah memiliki potensi yang besar untuk memberikan pengaruh yang positif dan bermanfaat ke masyarakat luas.

Menurutnya tidak sedikit ditemui ada ormas-ormas yang tidak berbadan hukum dan bahkan fiktif demi untuk kepentingan pribadi dan golongan saja. Jika ormas dapat bersinergi dengan pemerintah maka pembangunan di Indonesia dapat dikawal dengan baik dan berkesinambungan.

Acara yang dimulai dari jam 9 dan berakhir jam 3 sore tersebut berlangsung dengan tertib. DPW LDII Kepri berencana untuk mengadakan acara serupa di lingkungan Kab/Kota se Kepulauan Riau dalam waktu dekat. 

Selasa, 28 Oktober 2014

SUMPAH PEMUDA UNTUK MUDA MUDI LDII


SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober 1928



Demikian isi ikrar para pemuda 86 tahun yanag lalu dimana para pemuda masa perjuangan bertekad mempersatukan para pemuda di indonesia untuk mempunyai jati diri sebagai bangsa yang besar, sebagai bangsa yang berdaulat, dan sebagai bangsa yang kuat. mereka tidak memandang suku,i bahasa, ataupun agama, mereka berpikiran satu, bagaimana pemuda indonesia bisa menjadi panutan dunia internasional.

Seiring jaman dan perkembangan tekhnologi SUMPAH PEMUDA hanya simbol SUMPAH PEMUDA hanya kiasan belaka, dimana mana pemuda hanya mementingkan segelintir penguasa, mementingkan golongan, tidak ada lagi rasa persatuan dan kesatuan, hanya di setiap tanggal 28 Oktober semua merasa bersatu dalam satu lapangan upacara, setelah itu semua hanya kenangan, Tawuran - Gontok-gontokan - dan lain lain, yang mengakibatkan kerugian banyak pihak, kerugian sarana dan prasarana publik karna uliah pemuda yang arogan, tidak mau bertanggung jawab.

Pemuda - Pemudi atau disebut sebagai Muda Mudi LDII dalam giat kesehariannya yang selalu mendapat binaan agar selalu menjaga dan mengisi SUMPAH PEMUDA baik untuk dirinya Bangsa dan Negara, Muda Mudi yang selalu diharapkan untuk terus menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara, SUMPAH PEMUDA di masa sekarang adalah sumpah kepada dirinya untuk ikut andil membangun Negara, ikut andi menjaga persatuan, menjaga keamanan ketertiban, menjaga fasilitas pemerintah yang sudah di bangun untuk publik, menjaga dirinya dari kerusakan akhir jaman, seperti menjauhi NAROBA dan pergaulan bebas.

Pemuda Pemudi LDII dalam mengisi arti SUMPAH PEMUDA bukan hanya dengan simbolisasi ucapan akan tetapi bagaimana muda mudi LDII mampu dan bisa melaksanakan cara sehat berpikir cerdas bertindak untuk kepentingan bangsa dan negara. dengan cara banyak membuat kegiatan kegiatan positif seperti Mengadakan Pengajian Muda Mudi setiap minggunya, Olah Raga setiap harinya, dan selalu berkumpul dengan orang orang yang membuat kegiatan positif .(dyan2014)


salah satu giat SUMPAH PEMUDA mengadakan Tournament Futsal , agar pemuda indonesia khususnya pemuda LDII bisa SEHAT BERPIKIR dan CERDAS BERTINDAK

Jumat, 24 Oktober 2014

Dari Bantaeng Untuk Masyarakat Pesisir Nusantara

Dengan garis pantai sepanjang 99.093 kilometer, Indonesia adalah negeri dengan garis pantai terpanjang di dunia. Seharusnya dengan potensi perikanan yang melimpah, masyarakat pesisir pantai menjadi sejahtera. Namun, data dari Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menunjukkan, dari 13,8 juta nelayan, 80 persen di antaranya hidup dalam kemiskinan.
Pemberdayaan masyarakat pesisir menjadi salah satu perhatian utama DPP LDII. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, pemerintah Kabupaten Bantaeng, bekerja sama dengan LDII dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), menggelar seminar nasional dan workshop maritim di Balai Kartini, Jalan Kartini, Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis (2/10/2014).
Para pakat maritim Indonesia berkumpul di Bantaeng untuk mencari solusi dan membuat program pengentasan kemiskinan yang menjadi masalah utama masyarakat pesisir. Mereka yang hadir pada acara itu di antaranya staf ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Prof. Dr. Amran Razak, SE, M.Sc, Ditjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr. Sudirman Saad, M.Hum, Bupati Bantaeng, Prof. Dr. Ir. Nurdin Abdullah, M.Agr, Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc, Pakar Sejarah Universitas Diponegoro sekaligus Ketua DPW LDII Jawa Tengah, Prof. Dr. Singgih Tri Sulistyo, M.Hum, ICMI Sulsel, Prof. Dr. Arismunandar, M.Pd, Dewan Pakar DPP LDII, Dr. Sanusi Fattah, SE, M.Si. Seminar ini dihadiri utusan Pemprov dan Pemda se-Sulsel, DPRD, praktisi maritim, mahasiswa, LSM, pengusaha, dan kalangan umum.
Dalam seminar tersebut Ketua DPW LDII Jawa Tengah yang juga Guru Besar Sejarah Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Singgih Tri Sulistyo mengingatkan di masa lalu muncul berbagai kerajaan maritim di nusantara. Di Sumatera berkembang Kerajaan Sriwijaya (abad ke-7 hingga ke-13 ). Di Kediri, muncul Kerajaan Singasari. Di Jawa muncul Kerajaan Majapahit (abad ke-12 hingga ke-15). Selain itu, di wilayah timur nusantara, dikenal Kerajaan Gowa dan Bima.
 
Di masa silam, nusantara adalah kerajaan-kerajaan kecil yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya melalui akses laut. Arus transportasi yang lancar memungkinkan roda perekonomian bergerak maju. Produk yang diekspor keluar nusantara pada masa itu seperti, pala, beras, kayu cendana, kain, dan cengkeh. Di sisi lain, produk luar masa itu juga dibutuhkan oleh orang-orang Indonesia. Di masa lalu, produk cina juga menguasai pasaran, di antaranya sutra, mangkuk, piring, gelas, dan vas.
 
Seiring berjalannya waktu, kerajaan nusantara hilang bak ditelan zaman. Belanda yang saat itu menjajah wilayah Hindia Belanda, berhasil menancapkan kekuasaannya. Buktinya, pada tahun 1857 Kesultanan Bima dipaksa menandatangani kontrak pengakuan kekuasaan kolonial. 
“Oleh sebab itu, tak dapat dipungkiri lagi, tradisi tradisi bahari Indonesia harus dikembalikan kemasa jayanya seperti dahulu. Tujuannya tak lain dan tak bukan agar Indonesia mencapai kejayaan dan kemakmuran bangsa,” tegas Singgih.
Untuk membangun Indonesia sebagai negara maritim yang kokoh, diperlukan paradigma maritim yang kuat pula. Harus dipahami bahwa wilayah daratan (kepulauan) adalah bagian dari wilayah laut dari negara maritim Indonesia. Pembangunan tidak hanya mengarah ke daratan, tetapi juga harus mengarah ke lautan. Singgih berpesan untuk membangun negara maritim yang besar perlu sosialisasi dan enkulturasi nilai-nilai budaya sejarah dan budaya maritim melalui media pendidikan, seni, dan sastra. Hal ini terkait dengan kenyataan bahwa selama masa penjajahan jiwa dan semangat bahari telah mengalami penurunan.

Dalam kesempatan itu Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan Dr Sudirman Saad mengatakan, saatnya pemerintahan baru ke depan berkiprah di landas kontinen di luar 200 mil. "Indonesia yang selama ini baru berkiprah pada 12 mil dari garis pantai, sudah saatnya berkiprah di laut lepas dengan dukungan Undang-Undang Kelautan yang baru," kata Sudirman di sela-sela Seminar Nasional dan Workshop Maritim di Kabupaten Bantaeng, Sulsel, Jumat. Dia mengatakan, Indonesia tidak boleh kalah dengan negara tetangga yakni Malaysia dan Singapura yang telah berkiprah di laut lepas atau di luar 200 mil dari garis pantai.
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, dengan pemerintahan yang baru nanti diharapkan pemerintah mengambil inisiatif untuk berkompetisi dengan negara-negara lain, karena hal itu menyangkut harga diri bangsa.Temasuk mengambil peran dalam melakukan konservasi laut.       Sementara itu, Bupati Bantaeng H Nurdin Abdullah mengatakan, peran pemerintah daerah adalah mendukung kebijakan pemerintah untuk turut membantu memanfaatkan potensi laut yang ada.
"Namun harus disadari bahwa kemampuan untuk memanfaatkan laut lepas itu sangatlah terbatas, karena fasilitas nelayan kami sangat terbatas sehingga nelayan kita rata-rata hanya mencari ikan di sekitar bibir pantai," katanya. Nurdin mengatakan, sebenarnya cara menyelesaian persoalan kemiskinan bukan dengan kartu kesehatan, Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau raskin. “Harus lihat apa sih persoalan mengapa dia miskin?” katanya.
Nurdin menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir. Di Sulsel, kata Nurdin, nelayan masih jauh tertinggal dalam bidang industri penangkapan. “Sementara negara maju, saat tidur-tiduran, mereka bisa melihat gerakan ikan di bawah laut. Ini teknologi,” ujar alumnus Jepang itu. Nurdin melanjutkan, ia pernah berkunjung ke Vietnam melihat pabrik pengolahan ikan. Ternyata ikan yang diolah berasal dari Indonesia. “Ikan Indonesia dikirim ke Vietnam. Diolah di sana,” imbuhnya. Bupati dua periode itu menyimpulkan, jangan membuat program di luar kebutuhan rakyat. Jika berorientasi proyek maka uang negara akan habis. “Coba dengarkan rakyat!” pesannya. (Ilmaddin/LINES)www.ldii.or.id