Senin, 24 November 2014

DPW LDII KEPRI ADAKAN PELATIHAN dan SOSIALISASI UU ORMAS No 17 Tahun 2013

foto bersama peserta pelatihan dengan perwakilan kesbangpol kota batam ( ft tengah )

Batam. 23 November 2014. LDII Kota Batam bersama-sama dengan DPW LDII Kepulauan Riau menyelengarakan Pelatihan di lingkungan pengurus LDII se Kota Batam. Pelatihan Administrasi dan Kesekertariatan di Plamo Garden sehubungan dengan UU No. 17 Tahun 2013 yang mengatur tentang Ormas tersebut diikuti oleh seluruh unsur pimpinan, wakil beserta sekretaris LDII se Kota Batam mulai tingkat DPD Kota dan PC. 

Abdul Manaf Chan Ketua DPW Kepri, dalam pidatonya menyampaikan pentingnya materi tersebut untuk dikuasai oleh para pengurus sehingga dalam operasionalnya para pimpinan cabang dapat membuat sistem kearsipan secara tertib dan berkesinambungan sesuai dengan azas dan ketentuan yang telah diatur oleh DPP LDII.

Hadir dalam kesempatan tersebut tamu undangan dari Kesbangpol Kota Batam, Rustam, SKM mewakili pimpinannya yang berhalangan pada waktu tersebut. Kondisi Batam yang sudah mulai kondusif pasca kerusuhan yang terjadi akhir-akhir ini yaitu perseteruan antara TNI - POLRI di kawasan Tembesi dan demo buruh yang terjadi telah membuat pemerintah kota Batam perlu konsolidasi internal secara intens lagi.

Rustam yang berdomisili di kawasan Kecamatan Sekupang telah mengenal LDII cukup lama. Beliau menurutkan sering menyaksikan warga LDII yang giat bergotong royong membersihkan daerah sekitar dan warga LDII yang bermukim di kawasan Patam Asri, Sekupang terkenal bebas dari asap rokok. Warung-warung di daerah tersebut terkenal tidak menjual rokok. Dia yakin LDII di Kecamatan lainnya juga ikut melakukan hal yang sama karena hal tersebut pastilah sudah menjadi program dari DPW dan DPD Kota Batam. Menurut Rustam yang pernah menjabat di Dinas Kesehatan Kota Batam, menilai kondisi secara positif dan dapat menjadi contoh bagi warga di daerah yang lain demi terciptanya kesehatan masyarakat di tengah-tengah beban ekonomi yang semakin berat.

Rustam menjelaskan berdasarkan UU No. 17/2013, Ormas yang telah berbadan hukum tidak lagi diharuskan mendaftar di Kesbangpol Kota untuk mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar sebagaimana dilakukan sebelumnya. Namun Ormas agar melaporkan keberadaanya di Kota Batam ke kesbangpol.

Disamping itu, Ormas kini dapat memiliki anak-anak usaha sebagaimana diatur menurut UU tersebut.

Mengutip informasi dari Ketua DPW LDII Kepri, dimana LDII memiliki 4,765 pimpinan cabang diseluruh Indonesia, Rustam menilai bahwa LDII sebagai sebuah Ormas yang besar dan telah memiliki perwakilan di daerah-daerah memiliki potensi yang besar untuk memberikan pengaruh yang positif dan bermanfaat ke masyarakat luas.

Menurutnya tidak sedikit ditemui ada ormas-ormas yang tidak berbadan hukum dan bahkan fiktif demi untuk kepentingan pribadi dan golongan saja. Jika ormas dapat bersinergi dengan pemerintah maka pembangunan di Indonesia dapat dikawal dengan baik dan berkesinambungan.

Acara yang dimulai dari jam 9 dan berakhir jam 3 sore tersebut berlangsung dengan tertib. DPW LDII Kepri berencana untuk mengadakan acara serupa di lingkungan Kab/Kota se Kepulauan Riau dalam waktu dekat. 

Selasa, 28 Oktober 2014

SUMPAH PEMUDA UNTUK MUDA MUDI LDII


SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober 1928



Demikian isi ikrar para pemuda 86 tahun yanag lalu dimana para pemuda masa perjuangan bertekad mempersatukan para pemuda di indonesia untuk mempunyai jati diri sebagai bangsa yang besar, sebagai bangsa yang berdaulat, dan sebagai bangsa yang kuat. mereka tidak memandang suku,i bahasa, ataupun agama, mereka berpikiran satu, bagaimana pemuda indonesia bisa menjadi panutan dunia internasional.

Seiring jaman dan perkembangan tekhnologi SUMPAH PEMUDA hanya simbol SUMPAH PEMUDA hanya kiasan belaka, dimana mana pemuda hanya mementingkan segelintir penguasa, mementingkan golongan, tidak ada lagi rasa persatuan dan kesatuan, hanya di setiap tanggal 28 Oktober semua merasa bersatu dalam satu lapangan upacara, setelah itu semua hanya kenangan, Tawuran - Gontok-gontokan - dan lain lain, yang mengakibatkan kerugian banyak pihak, kerugian sarana dan prasarana publik karna uliah pemuda yang arogan, tidak mau bertanggung jawab.

Pemuda - Pemudi atau disebut sebagai Muda Mudi LDII dalam giat kesehariannya yang selalu mendapat binaan agar selalu menjaga dan mengisi SUMPAH PEMUDA baik untuk dirinya Bangsa dan Negara, Muda Mudi yang selalu diharapkan untuk terus menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara, SUMPAH PEMUDA di masa sekarang adalah sumpah kepada dirinya untuk ikut andil membangun Negara, ikut andi menjaga persatuan, menjaga keamanan ketertiban, menjaga fasilitas pemerintah yang sudah di bangun untuk publik, menjaga dirinya dari kerusakan akhir jaman, seperti menjauhi NAROBA dan pergaulan bebas.

Pemuda Pemudi LDII dalam mengisi arti SUMPAH PEMUDA bukan hanya dengan simbolisasi ucapan akan tetapi bagaimana muda mudi LDII mampu dan bisa melaksanakan cara sehat berpikir cerdas bertindak untuk kepentingan bangsa dan negara. dengan cara banyak membuat kegiatan kegiatan positif seperti Mengadakan Pengajian Muda Mudi setiap minggunya, Olah Raga setiap harinya, dan selalu berkumpul dengan orang orang yang membuat kegiatan positif .(dyan2014)


salah satu giat SUMPAH PEMUDA mengadakan Tournament Futsal , agar pemuda indonesia khususnya pemuda LDII bisa SEHAT BERPIKIR dan CERDAS BERTINDAK

Jumat, 24 Oktober 2014

Dari Bantaeng Untuk Masyarakat Pesisir Nusantara

Dengan garis pantai sepanjang 99.093 kilometer, Indonesia adalah negeri dengan garis pantai terpanjang di dunia. Seharusnya dengan potensi perikanan yang melimpah, masyarakat pesisir pantai menjadi sejahtera. Namun, data dari Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menunjukkan, dari 13,8 juta nelayan, 80 persen di antaranya hidup dalam kemiskinan.
Pemberdayaan masyarakat pesisir menjadi salah satu perhatian utama DPP LDII. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, pemerintah Kabupaten Bantaeng, bekerja sama dengan LDII dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), menggelar seminar nasional dan workshop maritim di Balai Kartini, Jalan Kartini, Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis (2/10/2014).
Para pakat maritim Indonesia berkumpul di Bantaeng untuk mencari solusi dan membuat program pengentasan kemiskinan yang menjadi masalah utama masyarakat pesisir. Mereka yang hadir pada acara itu di antaranya staf ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Prof. Dr. Amran Razak, SE, M.Sc, Ditjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr. Sudirman Saad, M.Hum, Bupati Bantaeng, Prof. Dr. Ir. Nurdin Abdullah, M.Agr, Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc, Pakar Sejarah Universitas Diponegoro sekaligus Ketua DPW LDII Jawa Tengah, Prof. Dr. Singgih Tri Sulistyo, M.Hum, ICMI Sulsel, Prof. Dr. Arismunandar, M.Pd, Dewan Pakar DPP LDII, Dr. Sanusi Fattah, SE, M.Si. Seminar ini dihadiri utusan Pemprov dan Pemda se-Sulsel, DPRD, praktisi maritim, mahasiswa, LSM, pengusaha, dan kalangan umum.
Dalam seminar tersebut Ketua DPW LDII Jawa Tengah yang juga Guru Besar Sejarah Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Singgih Tri Sulistyo mengingatkan di masa lalu muncul berbagai kerajaan maritim di nusantara. Di Sumatera berkembang Kerajaan Sriwijaya (abad ke-7 hingga ke-13 ). Di Kediri, muncul Kerajaan Singasari. Di Jawa muncul Kerajaan Majapahit (abad ke-12 hingga ke-15). Selain itu, di wilayah timur nusantara, dikenal Kerajaan Gowa dan Bima.
 
Di masa silam, nusantara adalah kerajaan-kerajaan kecil yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya melalui akses laut. Arus transportasi yang lancar memungkinkan roda perekonomian bergerak maju. Produk yang diekspor keluar nusantara pada masa itu seperti, pala, beras, kayu cendana, kain, dan cengkeh. Di sisi lain, produk luar masa itu juga dibutuhkan oleh orang-orang Indonesia. Di masa lalu, produk cina juga menguasai pasaran, di antaranya sutra, mangkuk, piring, gelas, dan vas.
 
Seiring berjalannya waktu, kerajaan nusantara hilang bak ditelan zaman. Belanda yang saat itu menjajah wilayah Hindia Belanda, berhasil menancapkan kekuasaannya. Buktinya, pada tahun 1857 Kesultanan Bima dipaksa menandatangani kontrak pengakuan kekuasaan kolonial. 
“Oleh sebab itu, tak dapat dipungkiri lagi, tradisi tradisi bahari Indonesia harus dikembalikan kemasa jayanya seperti dahulu. Tujuannya tak lain dan tak bukan agar Indonesia mencapai kejayaan dan kemakmuran bangsa,” tegas Singgih.
Untuk membangun Indonesia sebagai negara maritim yang kokoh, diperlukan paradigma maritim yang kuat pula. Harus dipahami bahwa wilayah daratan (kepulauan) adalah bagian dari wilayah laut dari negara maritim Indonesia. Pembangunan tidak hanya mengarah ke daratan, tetapi juga harus mengarah ke lautan. Singgih berpesan untuk membangun negara maritim yang besar perlu sosialisasi dan enkulturasi nilai-nilai budaya sejarah dan budaya maritim melalui media pendidikan, seni, dan sastra. Hal ini terkait dengan kenyataan bahwa selama masa penjajahan jiwa dan semangat bahari telah mengalami penurunan.

Dalam kesempatan itu Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan Dr Sudirman Saad mengatakan, saatnya pemerintahan baru ke depan berkiprah di landas kontinen di luar 200 mil. "Indonesia yang selama ini baru berkiprah pada 12 mil dari garis pantai, sudah saatnya berkiprah di laut lepas dengan dukungan Undang-Undang Kelautan yang baru," kata Sudirman di sela-sela Seminar Nasional dan Workshop Maritim di Kabupaten Bantaeng, Sulsel, Jumat. Dia mengatakan, Indonesia tidak boleh kalah dengan negara tetangga yakni Malaysia dan Singapura yang telah berkiprah di laut lepas atau di luar 200 mil dari garis pantai.
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, dengan pemerintahan yang baru nanti diharapkan pemerintah mengambil inisiatif untuk berkompetisi dengan negara-negara lain, karena hal itu menyangkut harga diri bangsa.Temasuk mengambil peran dalam melakukan konservasi laut.       Sementara itu, Bupati Bantaeng H Nurdin Abdullah mengatakan, peran pemerintah daerah adalah mendukung kebijakan pemerintah untuk turut membantu memanfaatkan potensi laut yang ada.
"Namun harus disadari bahwa kemampuan untuk memanfaatkan laut lepas itu sangatlah terbatas, karena fasilitas nelayan kami sangat terbatas sehingga nelayan kita rata-rata hanya mencari ikan di sekitar bibir pantai," katanya. Nurdin mengatakan, sebenarnya cara menyelesaian persoalan kemiskinan bukan dengan kartu kesehatan, Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau raskin. “Harus lihat apa sih persoalan mengapa dia miskin?” katanya.
Nurdin menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir. Di Sulsel, kata Nurdin, nelayan masih jauh tertinggal dalam bidang industri penangkapan. “Sementara negara maju, saat tidur-tiduran, mereka bisa melihat gerakan ikan di bawah laut. Ini teknologi,” ujar alumnus Jepang itu. Nurdin melanjutkan, ia pernah berkunjung ke Vietnam melihat pabrik pengolahan ikan. Ternyata ikan yang diolah berasal dari Indonesia. “Ikan Indonesia dikirim ke Vietnam. Diolah di sana,” imbuhnya. Bupati dua periode itu menyimpulkan, jangan membuat program di luar kebutuhan rakyat. Jika berorientasi proyek maka uang negara akan habis. “Coba dengarkan rakyat!” pesannya. (Ilmaddin/LINES)www.ldii.or.id

PC LDII SEKUPANG ADAKAN PENGAJIAN KELUARGA HARMONIS,

KELUARGA HARMONIS DAMBAAN SETIAP INSAN BERIMAN, 
Lelah letih cape setelah seharian beraktifitas mencari keduniaan tidak menyurutkan warga ldii di kecamatan sekupang untuk mengikuti pengajian khusus yang sudah berkeluarga yang dilaksanakan setiap malam jum'at di minggu ke tiga setiap dua bulan sekali yang bertajuk pengajian keluarga harmonis, pengajian ini diadakan agar warga ldii yang sudah berkeluarga diharapkan dalam menjalankan kehidupan berkeluarga bisa mencontoh nabi kita muhammad saw, dimana rosulallah saw sangat menyayangi istri-istrinya dan istri-istrinya sangat menghormati rosulallah saw.

Membuat keluarga harmonis memang sangat berat, godaan syaitan sangatlah kuat untuk membuat kehancuran dalam berkeluarga.syaitan sangatlah senang membuat perceraian diantara keluarga islam, keluarga iman, maka para pengurus selalu berusaha untuk selalu mengingatkan melalui pengajian,nasehat dan kupasan kupasan al qur an dan al hadist.

Pengajian ini dimulai pukul 20:00 dimulai dengan bacaan al qur'an dan dilanjutkan dengan mengkaji kutipan kutipan hadist tentang keharmonisan berkeluarga yang bersumber dari hadist bukhori dan hadist lain.

Dalam nasehatnya ustad abdul salam mengajak warga ldii yg sdh berkeluarga selalu menjaga keharmonisan berkeluarga, dengan cara saling hormat menghormati saling asah asih asuh antara suami - istri , antara anak dan orang tua, sehingga allah memisahkanya oleh maut maka itulah namanya sukses dan hasilnya bahagia dunia dan akherat.aa dyan2014

Sabtu, 18 Oktober 2014

Tembakau Bisa Menghancurkan Kanker



Rokok adalah salah satu pemicu kanker. Namun tahukan Anda, bila tembakau bahan pembuat rokok, justru mampu menghancurkan kanker itu sendiri. Jadi, manfaatkanlah tembakau sebagai obat, jangan untuk rokok.
Tembakau identik dengan rokok, namun sejatinya, tanaman itu bisa dimanfaatkan untuk obat mujarab, bukan racun yang mematikan seperti rokok. Kesadaran untuk mengingatkan bahaya rokok telah dikampanyekan sejak 25 September 1878, sekitar 136 tahun lalu.  
Seorang dokter berkebangsaan Inggris yang juga merupakan fisikawan dan ahli kesehatan masyarakat, Charles Robert Drysdale terbilang salah satu orang yang sadar, bahaya rokok. Ia di tahun itu mengirim surat kepada The Times, mengecam penggunaan tembakau sebagai rokok. Kecaman Drysdale didasari oleh begitu besarnya tingkat konsumsi tembakau di Eropa dan adanya pengaruh negatif yang dihasilkan dari tembakau.
Tahun 1875, Drysdale menerbitkan buku berjudul "Tobacco and the Diseases It Produces" dengan mempelajari studi kasus penelitian konsumsi 21 gram tembakau pada usia muda. Hasil penelitiannya, tembakau positif menimbulkan gangguan kesehatan. Kutipannya yang terkenal, "I think that the use of tobacco is one of the most evident of all the retrograde influences of our time".
Tembakau, tidak hanya diolah menjadi rokok sebenarnya, namun dapat bermanfaat bagi kesehatan. Zat yang terkandung dalam tembakau, dapat diolah menjadi obat anti-kanker. Kandungan zat dalam tembakau mereaksi protein dalam tubuh. Sehingga zat tersebut memisahkan tubuh dengan bakteri. Selain itu, zat tersebut dapat menstimulus sel untuk memulihkan jaringan tubuh yang rusak. Kehebatan tembakau  itu, karena kandungan protein Cytokine yang juga dapat merangsang aktifnya sel kekebalan tubuh.
Menurut Peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Arief Budi Witarto, DNA manusia memproduksi protein yang berguna bagi tembakau. Jika DNA dimasukkan ke tembakau melalui bakteri, maka tembakau akan memproduksi protein sesuai DNA yang dimasukkan. Selain Cytokine, protein Griffithsin dalam tembakau juga dapat menghentikan terbentuknya virus HIV dalam tubuh.
Beberapa ilmuwan yang melakukan penelitian di Eropa, membuat tembakau transgenik yang memproduksi interleukin-10 atau dikenal IL-10. Tembakau ini merupakan Cytokine anti radang ampuh. Penelitian ini dilakukan di Universitas Verona dipimpin oleh Profesor Mario Pezzotti dan hasilnya dipublikasikan di jurnal BMC Biotechnology. Teknisnya, para peneliti tersebut memproduksi dua bentuk IL-10 yang berbeda yang didapat dari virus dan tikus. Produksi Cytokine aktif yang tinggi dilalui dengan proses ekstraksi dan pemurnian. Selanjutnya, baru diberikan kepada tikus untuk diteliti seberapa efektif membangkitkan kekebalan tubuh.
Berbagai macam jenis hasil olahan tembakau yang didominasi sebagai penghasil obat menjadi prospek yang cukup cerah mengingat hasil tembakau Indonesia melimpah. Karenanya, dibutuhkan sistem operasional tata kelola yang sinergis. Hanya saja teknologi pemrosesnya masih mahal. Meskipun, selain diatas, tembakau dapat diproduksi menjadi pestisida, scrub herbal bahkan parfum. Pakar teknologi nano Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Sutiman B. Sumitro menjelaskan inovasi asap rokok yang dikonversikan menjadi nano struktur yang kompleks dan berguna meningkatkan kesehatan.
Perlunya diversifikasi produk non rokok sejatinya perlu dukungan dan kerjasama baik dari rakyat maupun pemerintah. Pembuatan Peraturan Pemerintah (PP) No. 109 Tahun 2012 yang telah sah, hendaknya dipertegas lagi dengan sikap pemerintah untuk mengubah stigma lawas tentang pemanfaatan tembakau. Oleh karena itu, dengan ditemukannya berbagai macam produk non rokok, petani tembakau tidak perlu khawatir gagal panen. Perusahaan farmasi, obat-obatan kimia atau pupuk siap menampung hasil panen tersebut. Syaratnya, harga tembakau minimal sama dengan harga ke pabrik rokok.
Dengan pemanfaatan tepat, diyakini dapat mengurangi jumlah perokok terutama di Indonesia. Karena, sejauh ini, biaya dampak kesehatan yang ditimbulkan akibat rokok melebihi anggaran yang disumbangkan dari cukai rokok. Pilihan lain bagi petani, tidak hanya menanam komoditas tembakau, namun juga komoditas berbeda menggunakan lahan yang sama. Tentunya, pengalihan komoditas ini memperhatikan struktur tanah dan kondisi lingkungan yang sesuai dengan tanaman peralihan tersebut dan juga menguntungkan petani. (Noni/Lines)